Kasus Mayat Wanita Terbakar di Pos Ronda Demak Masih Gelap

Round-Up

Kasus Mayat Wanita Terbakar di Pos Ronda Demak Masih Gelap

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 03 Sep 2026 06:58 WIB
Garis polisi terpasang di pos ronda TKP ditemukannya mayat wanita misterius diduga dibunuh di Jalan Raya Purwodadi - Semarang, Kebonagung, Demak.
Garis polisi terpasang di pos ronda TKP ditemukannya mayat wanita misterius diduga dibunuh di Jalan Raya Purwodadi - Semarang, Kebonagung, Demak. Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Solo -

Identitas mayat wanita yang ditemukan terbakar di pos ronda Kebonagung, Kabupaten Demak masih misterius. Korban yang diduga dibunuh ini juga mengalami luka di kepala.

Penyelidikan terus dilakukan kepolisian. Olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan pun dilakukan dengan hasil beberapa temuan.

Kendala Identitas

Warga di sekitar lokasi temuan mayat ternyata tidak mengenali korban. Polisi pun berusaha mencari tahu termasuk dengan mempublikasi ciri-ciri korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ps Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo mengatakan ciri-ciri korban tersebut yaitu perempuan usia kurang lebih 40 tahun dengan tinggi badan sekitar 147 cm dengan perawakan pendek sedikit gemuk.

"Pakaian ini ada baju hijau ukuran S, handuk merek Pamelo warna biru, celana 3/4 warna hitam bergambar logo Pain dalam serial Naruto. Kaos kaki krem ada stiker gambar kepala beruang. Sandal slop warna hitam merek Lauvo nomor 37," terang Rudi, Selasa (1/9/2026).

ADVERTISEMENT

Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma menjelaskan lebih lanjut soal kendala mencari identitas korban. Setelah peristiwa temuan mayat pada Selasa (1/9) pagi itu diberitakan bahkan ciri-ciri korban terungkap, belum ada pihak keluarga korban yang datang ke polisi.

"Untuk korban belum ada identitas yang pada saat ditemukan tidak ada identitas, kemudian belum ada juga keluarga yang mengakui untuk merasa kehilangan," kata Arlan kepada detikJateng di Mapolsek Kebonagung, Rabu (2/9/2026).

Untuk mengatasi kendala itu, Arlan menyebut pihaknya terus melakukan pendalaman melalui sidik jari korban.

"Saat ini kita masih melakukan pendalaman terkait dengan sidik jari dari korban dan kami mohon doa dari seluruh masyarakat semoga mudah-mudahan untuk korban segera terungkap identitasnya," imbuhnya.

Periksa CCTV

Arlan menjelaskan polisi masih memburu pelaku dengan mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Dia menjelaskan Polda Jateng juga ikut membackup pengungkapan kasus ini.

"Untuk saat ini kami dari Polres Demak, Satreskrim Polres Demak, kemudian Polsek Kebonagung dan dari Jatanras Polda Jawa Tengah, saat ini masih bekerja untuk melakukan penyisiran dan penyelidikan lanjutan guna mengungkap tindak pidana ini," kata Arlan.

"Untuk saat ini saksi yang sudah kita periksa sebanyak tujuh orang, ada yang dari warga sekitar, ada juga dari beberapa warga di daerah lain," imbuhnya.

Kamera pengawas atau CCTV juga tak luput dari perhatian. Menurut Arlan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap CCTV untuk mencari pelaku.

"Untuk pemeriksaan CCTV sudah kita lakukan penelusuran dan kita sudah koordinasi dengan Dishub terkait dengan CCTV. Tapi kita masih melakukan pendalaman terkait untuk pengolahan CCTV untuk objek-objek yang digunakan ataupun ya yang diduga sebagai pelaku ini," jelas Arlan.

Luka di Kepala Korban

Arlan menyampaikan hasil autopsi mengungkap ada satu luka tajam pada kepala korban yang mengakibatkan kematian. Selain itu, ditemukan pula dua luka benda tumpul yang juga di bagian kepala.

"Luka tajam ada satu yaitu luka pada kepala bagian kiri di mana menyebabkan patah tulang tengkorak bagian kiri hingga ke belakang. Untuk luka akibat benda tumpul ini terdapat dua luka yaitu di mana terdapat luka robek di kepala bagian sebelah kanan," kata Arlan.

Selain itu Arlan juga membenarkan ada dugaan aksi pembunuhan dilakukan di lokasi yang sama dengan mayat korban dibakar hingga ditemukan warga.

"Diduga (dibunuh) di lokasi yang sama," jelasnya.

Temukan Darah dan Diduga Cairan untuk Membakar

Olah TKP lanjutan dilakukan pada Rabu (3/9/2026). Dalam kegiatan itu, Arlan menyebut ditemukan sejumlah petunjuk. Pihaknya mendapati bekas rambut hingga tetesan darah di pos ronda itu.

"Tadi itu ditemukan ada bekas rambut dan juga diambil juga sampel terkait dengan tetesan yang diduga media yang digunakan untuk membakar dan juga ada tetesan-tetesan darah, bekas tetesan darah di TKP," ujar Arlan.

Arlan membenarkan adanya aroma bahan bakar yang tercium di TKP yang diduga digunakan untuk membakar korban. Namun, ia belum bisa memastikan bahan bakar apa yang digunakan.

"Memang tercium aroma bahan bakar yang digunakan untuk media melakukan pembakaran. Untuk saat ini masih kita lakukan uji laboratorium forensik untuk memastikan jenis apa bahan yang digunakan untuk melakukan pembakaran tersebut," ungkap Arlan.



(alg/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads