Mayat Wanita Terbakar di Pos Ronda Demak Diduga Dihabisi di Lokasi yang Sama

Mayat Wanita Terbakar di Pos Ronda Demak Diduga Dihabisi di Lokasi yang Sama

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 02 Sep 2026 15:41 WIB
Pos ronda TKP ditemukannya wanita yang tewas terbakar di Dukuh Wareng, Kebonagung, Demak, Rabu (2/9/2026).
Pos ronda TKP ditemukannya wanita yang tewas terbakar di Dukuh Wareng, Kebonagung, Demak, Rabu (2/9/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Demak -

Polisi masih terus mendalami kasus mayat wanita tanpa identitas yang ditemukan terbakar di pos ronda Jalan Raya Purwodadi-Semarang, Kebonagung, Demak. Polisi mengungkap dugaan korban dibunuh di lokasi yang sama.

"Diduga (dibunuh) di lokasi yang sama," kata Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma, kepada detikJateng di Mapolsek Kebonagung, Rabu (2/9/2026).

Arlan menerangkan, pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi. Selain itu, kamera CCTV juga turut dicek untuk mencari keberadaan pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk saat ini saksi yang sudah kita periksa sebanyak tujuh orang, ada yang dari warga sekitar, ada juga dari beberapa warga di daerah lain," ujar Arlan.

ADVERTISEMENT

"Untuk pemeriksaan CCTV sudah kita lakukan penelusuran dan kita sudah koordinasi dengan Dishub terkait dengan CCTV. Tapi kita masih melakukan pendalaman terkait untuk pengolahan CCTV untuk objek-objek yang digunakan ataupun ya yang diduga sebagai pelaku ini," imbuhnya.

Hasil autopsi juga mengungkap ada satu luka tajam di kepala korban yang mengakibatkan kematian. Selain itu, turut ditemukan dua luka bekas benda tumpul yang juga di kepala.

"Luka tajam ada satu, yaitu luka pada kepala bagian kiri di mana menyebabkan patah tulang tengkorak bagian kiri hingga ke belakang. Untuk luka akibat benda tumpul ini terdapat dua luka, yaitu di mana terdapat luka robek di kepala bagian sebelah kanan," ucap Arlan.

Arlan mengungkapkan ada dua pasal yang dimungkinkan diterapkan dalam kasus ini, yakni kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia atau pembunuhan.

"Hasil autopsi kita lihat ini kan bisa terjadi karena kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia, tapi ada juga mungkin unsur-unsur lain di mana bisa juga unsur pembunuhan. Untuk itu kita masih melakukan pendalaman terkait untuk untuk penerapan pasal pidananya," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, mayat wanita tanpa identitas ditemukan dalam kondisi terbakar di pos ronda Dukuh Wareng RT 5 RW 3, Desa/Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Wanita itu diduga korban pembunuhan.

Ps Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo, mengatakan keberadaan mayat itu diketahui pada Selasa (1/9) sekitar pukul 04.00 WIB. Keberadaan mayat tersebut mulanya diketahui oleh saksi satu bernama Wahyudi (36) yang melihat pos ronda terbakar.

"Menurut keterangan saksi 1, pada saat ingin membeli makan, melihat ada pos ronda yang terbakar tetapi tidak mengetahui kalau ada mayat di pos ronda tersebut. Kemudian saksi 1 memanggil saksi 2 dan saksi 3 untuk ikut mengecek keadaan pos ronda dan diketahui ada mayat tanpa identitas yang sudah kaku," kata Rudi saat dihubungi detikJateng, Selasa (1/9).

Rudi menyebut warga setempat tidak ada yang mengetahui identitas mayat tersebut. Tim identifikasi yang tiba di lokasi kemudian memastikan jenazah tersebut merupakan seorang wanita.

"Menurut keterangan Pak RT setempat tidak ada warga yang mengetahui (mengenal) mayat tanpa identitas tersebut, kemudian dari Polsek Kebonagung menelepon Pamapta dari Polres Demak," tutur Rudi.

"Sesampainya di lokasi sekitar pukul 04.45 WIB, kemudian tim identifikasi dari Polres Demak melakukan pengecekan dan diketahui bahwa identitas yang meninggal jenis kelamin perempuan," imbuhnya.

Rudi mengungkapkan ada dugaan kekerasan terhadap wanita tersebut. Rudi menjelaskan ciri-ciri korban tersebut yaitu perempuan usia kurang lebih 40 tahun dengan tinggi badan sekitar 147 cm dengan perawakan pendek sedikit gemuk.

"Pakaian ini ada baju hijau ukuran S, handuk merek Pamelo warna biru, celana 3/4 warna hitam bergambar logo Pain dalam serial Naruto. Kaos kaki krem ada stiker gambar kepala beruang. Sandal slop warna hitam merek Lauvo nomor 37," terang Rudi.

Rudi menyebut hasil autopsi mengungkap bahwa luka tajam berupa tusukan menjadi sebab kematian korban. Akibat luka ini, tulang tengkorak korban hingga mengalami patah.

"Penyebab kematian luka tusuk di bagian kepala belakang yang mengakibatkan patahnya tulang tengkorak," ungkap Rudi.



(apu/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads