Aksi maling mengembalikan motor curian di Semarang menarik perhatian warga. Maling itu mengembalikan motor saat dini hari di dekat rumah di pemilik.
Peristiwa ini viral di media sosial. Dalam surat yang ditulis maling itu tertanggal 30 Agustus itu, disampaikan permohonan maaf sekaligus alasan motor itu diambil.
Kasubsi Penmas Humas Polrestabes Semarang, Iptu Karis, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pemilik motor sempat melaporkan aksi pencurian itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan dilayangkan usai korban kehilangan motor pada Jumat (28/8) pukul 13.00 WIB. Motor yang dicuri yakni Honda Vario silver keluaran 2012
"Laporannya ya korban setelah kehilangan sepeda motor langsung ke Polsek Tugu untuk melaporkan," kata Karis melalui pesan singkat kepada detikJateng, Selasa (1/9/2026).
"Saat ini pelaku belum ditangkap, Mas. (Kronologinya?) Nanti pada saat ungkap kasus akan disampaikan. Tetapi secara singkat sepeda motor tersebut saat diparkir diketahui hilang," terangnya.
Maling itu disebut mengembalikan motor ke TKP, namun oleh warga diserahkan ke Polsek.
"Sudah cuma diduga dikembalikan di TKP dan selanjutnya diserahkan warga ke Polsek," katanya.
TKP Dekat Rumah Ketua DPRD Semarang
Sementara itu, Ketua RT 2/RW 1 Mangkang Wetan, Deny, mengungkap peristiwa ini terjadi di dekat rumah Ketua DPRD Semarang Kadarlusman atau Pilus.
Maling itu bahkan menyebut-nyebut nama pilus dalam permohonan maafnya.
"Motornya dibalikin selisih satu rumah. Motornya dibalikin 02.30 dini hari, Senin," sebutnya.
"Lokasinya dekat dengan rumah Mas Pilus. Ternyata siangnya itu diceritakan sama orangnya Mas Pilus ada surat pernyataan maaf. Katanya suratnya di jok motor," pungkasnya.
Surat permohonan yang dibikin maling usai menggondol motor di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Foto: Dok. Istimewa |
Isi Surat Maling Saat Kembalikan Motor
Berikut isi lengkap surat dari maling yang diterima detikJateng:
Assalamualaikum. Dengan pemilik motor ini sama Pak Pilus, kulo khilaf, kulo mboten sadar pas niku soale dalam kondisi mabok.
Kulo nyuwun ngapuro engkang katah kaleh pemilik motor kaleh Bapak Pilus.
Saya mboten gadah niatan mundut ten daerahe Bapak Pilus. Kulo terus terang pas niku amargo kulo ajeng dimassa. Makane kulo nyangkeng motor niku cuma damel mlayu tok Pak.
Ngapurane karena kulo panik ten dalan plate kulo copot. Mengkeh pihak keluargane kulo kersane pesen plat e Bapak yang punya motor niki.
Sekali lagi kulo minta maaf pemilik motor kaleh keluarga Bapak Pilus.
Terjemahan dalam bahasa Indonesia:
(Assalamualaikum. Dengan pemilik motor ini dan Pak Pilus, saya minta maaf, saya tidak saat saat itu karena dalam kondisi mabuk.
Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pemilik motor dan Bapak Pilus.
Saya tidak memiliki niat mencuri di daerahnya Bapak Pilus. Saya terus terang melakukan hal itu karena hendak dimassa. Karena itu saya mengambil motor untuk melarikan diri.
Mohon maaf, saya panik di jalan plat (nomor) saya copot. Nanti pihak keluarga saya akan memesan plat untuk pemilik motor.
Sekali lagi saya meminta maaf kepada pemilik motor dan keluarga Bapak Pilus.)

