Tujuh rumah di Dusun Winong, Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, hangus terbakar. Sumber api diduga akibat salah satu pemilik rumah membuat bedian atau perapian di dekat kandang ternak.
Kapolsek Toroh AKP Joko Ismanto mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Mulanya saksi 1 bernama Narti (76) yang sedang bersih-bersih mendengar suara sapi milik korban 1, Ahmad Nuryadin (54).
"Saksi 1 mendengar suara sapi korban 1 yang berada di rumah belakang menggemah dan menendang-nendang dinding rumah, spontan saksi 1 melihat ke arah suara tersebut," kata Joko saat dimintai konfirmasi detikJateng, Selasa (1/9/2026) pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joko menuturkan, Narti lalu mendekat dan melihat ada api yang membesar karena membakar jerami di dalam rumah dan di kandang milik Ahmad. Sejumlah warga lalu berupaya mengevakuasi ternak dan memadamkan api dengan alat seadanya.
"Setelah berhasil diselamatkan sapi dan beberapa kambing tersebut, kemudian warga bersama para saksi dan korban 1 berusaha memadamkan api," ujar Joko.
Joko menjelaskan, angin kencang membuat api cepat menjalar. Akibatnya, sejumlah rumah lain di sekitarnya turut terbakar.
"Api yang barat membakar rumah korban 2 dan menyambar rumah korban 3, sedangkan api yang di sebelah timur menyambar rumah korban 4 yaitu rumah yang belakang. Sedangkan rumah korban 4 yang depan dapat diselamatkan dan hanya terbakar dinding belakang dan sedikit atap belakangnya," tutur Joko.
Kejadian ini lalu dilaporkan ke polisi dan pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan beberapa jam setelahnya.
"Padam sekira pukul 20.30 WIB," kata Joko.
Setelah polisi melakukan olah TKP, diketahui total ada tujuh rumah milik empat korban yang terbakar. Korban pertama, Ahmad Nuryadin, mengalami kerugian hingga Rp 200 juta.
"Milik Ahmad Nuryadin yang terbakar dua rumah limasan, dua kambing mati hangus terbakar, uang tunai Rp 5 juta, perhiasan, sertifikat rumah," terang Joko.
Korban lain bernama Magi (77) mengalami kerugian sekitar Rp 85 juta karena satu rumah dan uang tunai di dalamnya terbakar.
"Milik Magi yang terbakar satu rumah limasan, uang tunai Rp 10 juta, perhiasan, sertifikat rumah," jelas Joko.
Korban ketiga dan keempat, Budi Irianto (37) dan Sukatmin (39), mengalami kerugian total hingga 260 juta. Total empat rumah mereka hangus terbakar.
"Milik Budi Irianto yang terbakar dua rumah limasan, uang tunai Rp 10 juta, dan sertifikat rumah. Total kerugian sekira Rp 135 juta," kata Joko.
"Milik Sukatmin yang terbakar dua rumah limasan, uang tunai Rp 10 juta, perhiasan, dan sertifikat rumah. Total kerugian Rp 125 juta," imbuhnya.
Joko menuturkan, api diduga berasal dari rumah milik Ahmad Nuryadin. Saksi menuturkan bahwa ada perapian kecil yang dibuat di sekitar kandang ternaknya.
"Menurut keterangan saksi bahwa api berasal dari bedian atau perapian atau pembakaran kecil menggunakan jerami kering, sampah, atau kotoran ternak kering yang dibuat di sekitar kandang milik Ahmad Nuryadin," pungkas Joko.
