Duh! ODGJ Bakar Sampah Picu Kebakaran Lahan Dekat Rel KA di Ceper Klaten

Duh! ODGJ Bakar Sampah Picu Kebakaran Lahan Dekat Rel KA di Ceper Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Senin, 31 Agu 2026 16:05 WIB
Damkar Klaten memadamkan api di lahan Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten, Senin (31/8/2026).
Damkar Klaten memadamkan api di lahan Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten, Senin (31/8/2026). Foto: Dok. Damkar Klaten
Klaten -

Kebakaran lahan terjadi dekat rel kereta api (KA) di wilayah Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten. PT KAI menyebut hal itu bisa membahayakan perjalanan KA. Menurut Damkar, kebakaran lahan itu gegara ada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membakar sampah.

"Pada Senin (31/8) pukul 10.23 WIB, terjadi kebakaran lahan yang berjarak sekitar 6 meter dari jalur hulu petak antara Klaten-Ceper KM 130+6/7. Mengetahui adanya kejadian tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman," kata Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih melalui pernyataan tertulis yang diterima detikJateng, Senin (31/8/2026) siang.

Feni mengatakan, api berhasil dipadamkan pukul 10.40 WIB. Setelah dilakukan penanganan, KAI Daop 6 Yogyakarta memastikan kondisi jalur dan operasional perjalanan kereta api tetap aman dan seluruh perjalanan kereta api dapat berjalan lancar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perjalanan kereta api tetap aman dan seluruh perjalanan kereta api dapat berjalan dengan selamat dan lancar. Kebakaran lahan di sekitar jalur KA dapat menimbulkan sejumlah Risiko. Asap yang dihasilkan dapat mengganggu jarak pandang masinis sehingga berpotensi mengurangi visibilitas saat perjalanan kereta api," ujar Feni.

Damkar Klaten memadamkan api di lahan Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten, Senin (31/8/2026).Damkar Klaten memadamkan api di lahan Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Klaten, Senin (31/8/2026). Foto: Dok. Damkar Klaten

ADVERTISEMENT

Feni menjelaskan, kobaran api juga dapat merambat ke area jalur KA dan berpotensi merusak berbagai utilitas pendukung operasional perkeretaapian. Salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah kabel optik yang ditanam di bawah tanah sepanjang jalur KA.

"Kabel optik merupakan salah satu perangkat yang mendukung sistem persinyalan dan berperan penting dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Bila kabel optik rusak, maka sistem persinyalan dapat terganggu dan kondisi tersebut berpotensi membahayakan serta mengganggu keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api," jelasnya.

Feni menambahkan, masyarakat perlu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar jalur KA dan tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan api. Jika menemukan adanya kebakaran di sekitar jalur KA, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas KAI atau pihak berwenang.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Jangan membakar lahan atau sampah di sekitar jalur KA karena dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu perjalanan kereta api dan membahayakan keselamatan banyak orang," kata Feni.

Sementara itu Kabid Pemadaman Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino, menyatakan kebakaran terjadi di sekitar palang KA Dlimas, Kecamatan Ceper. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 10.54 WIB.

"Selesai pemadaman sekitar pukul 10.54 WIB. Luas lahan terbakar kurang lebih 5.000 meter persegi, " ungkap Sumino kepada detikJateng saat diminta konfirmasi.

"Kronologinya, dari keterangan warga ada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membakar sampah, merembet ke rumput dan ilalang di sekitarnya, " imbuhnya.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads