Pemilik rumah di Pati yang mengalami kerusakan diduga akibat tembakan menjelaskan soal temuan polisi berupa gotri di dalam rumah. Gotri itu disebut merupakan benda yang biasa ada pada bengkel kendaraan.
Yongki, pemilik rumah mengatakan, gotri memang banyak di rumahnya karena memang kesehariannya ada bengkel kendaraan di sana. Dia menegaskan gotri itu bukan peluru.
"Masalah gotri sebelum kejadian, ruang tamu untuk alat bengkel sebelum berangkat Jakarta itu dibersihkan anak saya dipindahkan ke rumah sebelah. Gotri itu memang ada di rumah, bukan peluru," kata Yongki kepada wartawan ditemui di Pati, Sabtu (29/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga berusaha menjelaskan soal beda ukuran gotri dengan kerusakan berbentuk lubang pada kaca rumahnya.
"Makanya ditemukan banyak gotri di rumah. Kenapa kalau banyak gotri terus lubangnya hanya satu. Besarnya peluru sama lubang kaca yang pecah tidak sesuai besaran gotri," jelasnya.
Yongki sebelumnya bersama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mengikuti demo di Jakarta. Setelah kembali ke Pati, dia menyebut melaporkan kasus teror itu kepada polisi pada Kamis (27/8). Yongki berharap agar kasus ini diungkap secara terang benderang oleh polisi.
"Saat ini masih proses sama polisi. Kalau bisa dilanjutkan diproses polisi, karena itu bahaya dan mengancam penghuni rumah, karena kena penghuni rumah berbahaya," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Waka Polresta Pati, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian disimpulkan ada perusakan diduga menggunakan gotri. Menurutnya ada kejanggalan karena gotri berasal dari dalam bukan luar rumah. Akan tetapi polisi perlu waktu untuk memastikan kejadian dugaan teror tersebut.
"Kesimpulan sesuai fakta memang terjadi perusakan diduga menggunakan gotri, arah gotri dari dalam rumah, bisa kita lihat kaca yang menunjukkan tekanan dari dalam. Kami perlu waktu untuk melakukan pendalaman lagi," ungkapnya saat konferensi pers di Polresta Pati, Kamis (27/8/2026).
Ardyan juga memastikan kejadian tersebut tidak ada hubungannya dengan konten unjuk rasa.
"Belum ada hubungan konten unjuk rasa dengan kejadian tersebut," ungkapnya.
