Temuan Polisi soal Teror Penembakan Rumah Warga Pati

Temuan Polisi soal Teror Penembakan Rumah Warga Pati

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 28 Agu 2026 07:00 WIB
Polisi saat menunjukkan barang bukti berupa gotri saat konferensi pers di Polresta Pati, Kamis (27/8/2026).
Polisi saat menunjukkan barang bukti berupa gotri saat konferensi pers di Polresta Pati, Kamis (27/8/2026). Foto: Diok. detikJateng
Solo -

Polisi mengungkap hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan adanya teror penembakan di rumah warga di Desa Kajar Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Dari hasil pemeriksaan terungkap jika tembakan berasal dari dalam rumah.

Hasil ini terungkap usai tim dari Polda Jateng turun melakukan olah TKP di lokasi kejadian pada Rabu (26/8) kemarin. Katim Kasubbid Balistik Metalurgi (Balmet) Bidlabfor Polda Jateng, AKBP Totok Tri Kusuma, mengatakan pihaknya telah mengamankan belasan barang bukti gotri. Selain itu, mereka juga memeriksa kerusakan kaca di lokasi kejadian.

"Dalam pemeriksaan TKP tersebut kita mendapatkan 4 butir gotri. Rumah posisi menghadap ke selatan. Ada sebuah kerusakan kaca pada sebelah kiri, ada kerusakan lubang kecil," ujar Totok saat konferensi pers di Polresta Pati, Kamis (27/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Totok menambahkan, Sri Suryati ibu dari pemilik rumah bernama Exsa mulanya menemukan 4 butir gotri pada Senin (24/8) lalu. Saat olah TKP lanjutan, tim Laboratorium Forensik menemukan tambahan gotri hingga total berjumlah 11 butir.

ADVERTISEMENT

"Kita dapatkan lagi 4 gotri dan 3 gotri di luar, semula ada 4 gotri menjadi 11 gotri yang ditemukan di lokasi. Kita cek kembali dan kita ukur semua," jelasnya.

Berdasarkan hasil pengukuran dimensi menunjukkan ketidakcocokan antara lubang kaca dan diameter gotri yang ditemukan di lokasi.

"Lubang pecahan kaca tersebut diameter 4,6 milimeter, kemudian kita ukur gotri diameter 6,39 milimeter. Dengan ukuran tersebut, gotri tidak masuk ke dalam lubang. Hasil lubang dan gotrinya berbeda, maka gotri tersebut tidak melewati lubang tersebut," bebernya.

Selain itu, dari struktur pecahan dan pola tekanan pada kaca Bidlabfor menyimpulkan daya dorong berasal dari bagian interior rumah.

"Lubang bekas gotri atau sentuhan tekanan kaca terjadi pada bagian dalam rumah. Saya pelajari hasilnya lubang tersebut ada sentuhan gotri dari dalam. Untuk meyakinkan data tersebut, barang bukti akan kita sita untuk diuji lebih lanjut," tegas Totok.

Hal yang sama disampaikan Wakapolresta Pati, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo. Ardyan mengatakan perusakan memang terjadi menggunakan gotri, namun arah datangnya material berasal dari dalam area rumah.

"Kesimpulan sesuai fakta memang terjadi perusakan diduga menggunakan gotri. Arah gotri dari dalam rumah, bisa kita lihat kaca yang menunjukkan tekanan dari dalam. Kami perlu waktu untuk melakukan pendalaman lagi," terang Ardyan saat konferensi pers di Polresta Pati.

Ardyan juga menepis isu yang mengaitkan insiden tersebut dengan aksi demonstrasi yang sempat marak belakangan ini.

"Belum ada hubungan konten unjuk rasa dengan kejadian tersebut," tambah dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, rumah Warga Desa Kajar Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati diduga menjadi sasaran tembak orang yang tidak dikenal. Pemilik rumah, Sri Suryati mengatakan rumah yang menjadi sasaran dugaan penembakan OTK itu ditempati anaknya. Ia mengaku baru tahu pada hari Selasa (25/8).

Sri saat itu mengantar makanan ke rumah anaknya. Namun ternyata kaca bagian pintu sudah bolong dan retak. Di lokasi terdapat 4 butir gotri.

"Kemungkinan aksinya malam, waktu ke sini pagi nganter makan anak lo kok bolong, terus saya buka kok bolong," jelas Sri ditemui di lokasi, Rabu (26/8/2026).

"Terus kok ada 4 peluru biji, ditemukan di dalam rumah dekat dengan pintu," lanjut dia.



(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads