2 Gudang Kapuk di Karaban Pati Ludes Terbakar

2 Gudang Kapuk di Karaban Pati Ludes Terbakar

Dian Utoro Aji - detikJateng
Jumat, 28 Agu 2026 16:47 WIB
Petugas tengah melakukan pemadaman gudang kapuk di Desa Karaban Kecamatan Gabus, Jumat (28/8/2026).
Petugas tengah melakukan pemadaman gudang kapuk di Desa Karaban Kecamatan Gabus, Jumat (28/8/2026). Foto: Dok. Damkar Pati
Pati -

Dua gudang kapuk yang ada di Desa Karaban Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, ludes terbakar. Akibat kejadian ini kerugian ditafsirkan mencapai Rp 300 juta.

"Iya benar, saat ini telah dilakukan pemadaman dan pendinginan," kata Kabid Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat pada Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo saat dihubungi detikJateng, Jumat (28/8/2026).

Dwi mengatakan dua gudang kapuk ini milik Sugoto dan Rusdi, warga Desa Karaban, Kecamatan Gabus. Dia mengatakan laporan kebakaran ini diterima petugas pada pukul 13.05 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan awalnya ada warga yang melihat asap dari gudang kapuk. Setelah itu warga lapor kepada petugas pemadam kebakaran.

ADVERTISEMENT

"Ada 3 unit mobil pemadam kebakaran Pos Pati dan Kayen, lalu 1 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi," kata dia.

Operasi pemadaman dan Pendinginan melibatkan delapan personel dan warga setempat. Selang 2 jam api baru sepenuhnya bisa dipadamkan.

"Api baru padam jam 15.15 WIB," jelasnya.

Dijelaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran ini. Akan tetapi, kerugian dua gudang dengan masing-masing luas 250 meter persegi mencapai ratusan juta.

"Korban nihil, kerugian material Rp 300 juta," ungkap dia.

Dwi menjelaskan hasil pemeriksaan diketahui kebakaran disebabkan karena korsleting jaringan listrik yang menyambar kapuk di gudang. "Penyebabnya korsleting listrik menyambar kapuk," terang dia.

Dwi mengimbau kepada warga agar selalu waspada potensi terjadi kebakaran saat musim kemarau.

"Saat ini banyak kebakaran karena faktor kelalaian manusia. Jangan menghidupkan api bila tidak penting dan perlunya pemakaian listrik," pungkas Dwi.



(alg/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads