Terungkap Menu MBG Pemicu Keracunan Siswa SDIT di Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 25 Agu 2026 18:38 WIB
Ilustrasi (Antara Foto/Andry Denisah)
Klaten -

Seratus lebih siswa SDIT Sinar Fajar, Cawas, Klaten mengalami gejala pusing, mual dan muntah usai menyantap makanan program MBG. Hasil pemeriksaan sampel makanan dari SPPG menyatakan ada kandungan bakteri bacillus sp pada sayuran.

"Hasil sudah keluar kemarin. Hasilnya positif bacilus sp pada tumis pokcoy wortel dan tahu bumbu Bali," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Anggit Budiarto kepada detikJateng, Selasa (25/8/2026) siang dihubungi ponselnya.

Dijelaskan Anggit, usai ada laporan kejadian, tim Dinas Kesehatan mengambil sampel ke SPPG yang kemudian dikirim ke laboratorium di Yogyakarta. Selain tumis dan tahu, sampel lainnya negatif.

"Sampel makanan lainnya (nasi dan lauk) negatif. Jadi setelah hasilnya keluar nanti akan kita kirim ke Puskesmas dan SPPG," terang Anggit.

Pengiriman hasil pemeriksaan laboratorium tersebut ke SPPG, kata Anggit, sebagai bahan kajian agar SPPG lebih memperhatikan hal yang terkait keracunan. Untuk rekomendasi lanjutan, kewenangan ada di BGN.

"Untuk kelanjutannya nanti apa dan bagaimana dengan SPPG, itu ada di Korwil BGN," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, siswa SDIT Sinar Fajar Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Klaten mengalami gejala mual, muntah hingga diare. Diduga para siswa mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG).

Salah seorang siswa kelas VI berinisial N mengaku merasakan gejala pusing dan sakit perut.

"Sakit pusing sama perut, ya kemarin makan MBG," ucap N kepada detikJateng di sekolah, Sabtu (15/8/2026) siang.

Salah seorang orang tua, Asih, mengungkapkan anaknya kemarin memang makan nasi dan lauk nugget dari paket MBG. Setelah pulang mengalami gejala pusing terus muntah-muntah.

"Pusing terus muntah-muntah, diare, penyebabnya tidak tahu. Hari ini katanya banyak yang tidak masuk, hari ini masih pusing, " tuturnya.

Buntut dari kejadian itu, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani SD tersebut disetop sementara.

"(SPPG yang bersangkutan) Tidak operasional dulu, diberhentikan. Sampai kapan, keputusan ada di Badan Gizi Nasional (BGN) pusat," kata Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama kepada detikJateng melalui pesan tertulis.

Yoga menjelaskan, dari hasil investigasi, yang terdampak hanya SDIT Sinar Fajar Cawas dan menu diduga dibagikan pada Jumat (14/8) lalu. Menu yang dikonsumsi ialah MBG dan snack sekolah.

"Dugaan menu makanan dari MBG (SPPG Klaten Cawas Barepan 03) dan snack serta minum dari SDIT. Yang terdampak, bergejala ada 145 orang, dan rawat inap dua orang," kata Yoga.



Simak Video "Berenang Ceria Bersama Mermaid di Umbul Ponggok, Klaten"

(aku/aku)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork