Buntut 145 Siswa SD di Cawas Diduga Keracunan MBG, SPPG Ini Disetop

Buntut 145 Siswa SD di Cawas Diduga Keracunan MBG, SPPG Ini Disetop

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Senin, 17 Agu 2026 21:33 WIB
Petugas Polresta Klaten dan Dinas Kesehatan mengecek SDIT Sinar Fajar Cawas, Sabtu (15/8/2026).
Petugas Polresta Klaten dan Dinas Kesehatan mengecek SDIT Sinar Fajar Cawas, Sabtu (15/8/2026). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Sebanyak 145 siswa SDIT Sinar Fajar, Cawas, Klaten, mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Buntut dari kejadian itu, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani SD tersebut disetop sementara.

"(SPPG yang bersangkutan) Tidak operasional dulu, diberhentikan. Sampai kapan, keputusan ada di Badan Gizi Nasional (BGN) pusat," kata Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama kepada detikJateng melalui pesan tertulis, Minggu (17/8/2026).

Yoga mengatakan, sampel makanan dari SPPG dan air minum dari sekolah sudah diambil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampel sudah diambil. Bisanya menunggu tujuh hari untuk hasilnya," ujar Yoga.

Yoga menjelaskan, dari hasil investigasi, yang terdampak hanya SDIT Sinar Fajar Cawas dan menu diduga dibagikan pada Jumat (14/8) lalu. Menu yang dikonsumsi ialah MBG dan snack sekolah.

ADVERTISEMENT

"Dugaan menu makanan dari MBG (SPPG Klaten Cawas Barepan 03) dan snack serta minum dari SDIT. Yang terdampak, bergejala ada 145 orang, dan rawat inap dua orang," kata Yoga.

Yoga menjelaskan, pada hari kejadian tersebut kebetulan ada kegiatan outing class dan saling bertukar snack dari masing-masing siswa. Siangnya, beberapa siswa mengeluh sakit perut dan beberapa siswa diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

"Siang mengeluh sakit, hari Sabtu 15 Agustus 2026 pihak SPPG baru mendapatkan informasi atas kejadian tersebut dan bertemu dengan pihak sekolah serta aparat Polsek dan Koramil. Dinas Kesehatan dan Puskesmas melakukan pengambilan sampel makanan dan air dari SPPG, namun dari sekolah hanya bisa diambil sampel air minum karena snack sudah tidak ada," ujar dia.

Yoga menambahkan, Korwil dan Korcam BGN melakukan investigasi di SPPG, mengunjungi 2 siswa terdampak di RS, dan berkomunikasi dengan pihak sekolah.

"Langkah yang diambil, SPPG dihentikan operasionalnya untuk dilakukan evaluasi menyeluruh. Dilakukan koordinasi dan mediasi dengan sekolah dan pihak lainnya hingga proses rangkaian investigasi dan pemantauan kasus selesai," kata dia.

"Kesimpulannya BGN menunggu hasil pengujian laboratorium sampel makanan dan air," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, lebih dari 100 siswa SDIT Sinar Fajar, Cawas, Klaten, mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG. Dua orang diantaranya harus menjalani perawatan intensif.

"Terdampak yang bergejala mual dan lainnya 145 orang. Yang rawat inap dua orang atas nama NA dan RB," terang Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama kepada detikJateng, Minggu (16/8/2026) melalui keterangan tertulis.

Yoga menjelaskan berkaitan kejadian dugaan keracunan makanan, lokasi dari hasil investigasi yang terdampak hanya SDIT Sinar Fajar Cawas. Keracunan diduga berasal dari menu yang dibagikan pada Jumat (14/8).

"Dugaan menu pada hari Jumat tanggal 14 Agustus 2026. Dugaan menu makanan dari MBG dan snack dan minum dari SDIT," jelas Yoga.

Kronologinya, rinci Yoga, pada hari tersebut siswa SDIT Sinar Fajar Cawas menerima menu MBG dari SPPG. Selain itu ada snack serta minum dari sekolah.

"Karena dari sekolah setiap hari memberi makanan. Di hari tersebut kebetulan ada kegiatan outing class dan saling bertukar snack dari masing-masing siswa," lanjut Yoga.

Di hari Jumat siang, sambung Yoga, beberapa siswa mengeluh sakit perut dan beberapa periksa ke fasilitas kesehatan. Hari Sabtu 15 Agustus 2026 pihak SPPG baru mendapatkan informasi.

"Hari Sabtu 15 Agustus 2026 pihak SPPG baru mendapatkan informasi atas kejadian tersebut dan bertemu dengan pihak sekolah serta aparat Polsek dan Koramil," sambung Yoga.

"Pihak Dinas Kesehatan dan Puskesmas melakukan pengambilan sampel makanan dan air dari SPPG, namun dari sekolah hanya bisa diambil sampel air minum dan sampel snack sudah tidak ada," imbuhnya.

Salah seorang siswa kelas VI berinisial N mengaku merasakan gejala pusing dan sakit perut.

"Sakit pusing sama perut, ya kemarin makan MBG," ucap N kepada detikJateng di sekolah, Sabtu (15/8/2026) siang.

Salah seorang orang tua, Asih, mengungkapkan anaknya kemarin memang makan nasi dan nuget dari paket MBG. Setelah pulang mengalami gejala pusing terus muntah-muntah.

" Pusing terus muntah-muntah, diare, penyebabnya tidak tahu. Hari ini katanya banyak yang tidak masuk, hari ini masih pusing, " tuturnya kepada detikJateng.



(dil/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads