Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengungkap penyebab kebakaran di rumah produksi sofa dan kos-kosan di Pajang, Laweyan, Solo. Komandan Regu (Danru) Kebakaran Andri menyebut api diduga berasal dari dua orang yang membakar sampah.
"Laporan masuk pagi tadi. Penyebabnya ada dua anak yang membakar sampah di pekarangan, lalu api merembet ke tumpukan spring bed dan sofa milik Pak Agung," kata Andri dihubungi detikJateng, Selasa (25/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Api itu pun langsung membesar gegara material yang mudah terbakar di lokasi. Setelahnya sejumlah bangunan juga terdampak.
"Karena material mudah terbakar, api langsung membesar," ucapnya.
Insiden ini mengakibatkan dua anak mengalami luka bakar serius. Peristiwa kebakaran ini terjadi pukul 09.45 WIB. Andri menjelaskan, lokasi kebakaran yang berada di permukiman padat penduduk sempat membuat warga panik.
"Kendala utama kami tadi akses jalan sempit dan terhalang parkir motor warga di sekitar lokasi. Tapi personel Pleton C bergerak cepat, total sekitar 35.000 liter air kami habiskan untuk memadamkan api agar tidak merembet lebih luas ke rumah warga lainnya," jelas Andri.
Andri mengatakan dalam kejadian ini, dua anak Fariz dan Darel yang berada di lokasi saat api mulai membesar menjadi korban. Keduanya kini telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.
"Ada dua korban anak-anak. Korban pertama atas nama Faris dibawa ke RS Yarsis. Korban kedua atas nama Daril, mengalami luka bakar di bagian kaki dan dibawa ke RS Panti Waluyo," ujar Andri.
"Iya," jawab Andri saat ditanya soal kedua korban luka merupakan pihak yang menyalakan api di lokasi.
Api baru benar-benar dapat dipadamkan dan dinyatakan kondusif pada pukul 12.35 WIB. Belum diketahui secara pasti total kerugian materiil akibat kebakaran ini,
namun bangunan gudang beserta isinya dipastikan rusak berat.
"Api padam pukul 12.35 WIB, kerugian berapa belum bisa ditaksir," pungkasnya.
