Saksi Ungkap 5 Orang Lompat Tembok Saat Rumah Produksi Sofa di Solo Terbakar

Saksi Ungkap 5 Orang Lompat Tembok Saat Rumah Produksi Sofa di Solo Terbakar

Tara Wahyu NV - detikJateng
Selasa, 25 Agu 2026 14:45 WIB
Kebakaran rumah produksi sofa dan kos-kosan di Pajang, Solo, Selasa (25/8/2026)
Kebakaran rumah produksi sofa dan kos-kosan di Pajang, Solo, Selasa (25/8/2026). Foto: dok. Damkar Solo
Solo -

Kebakaran hebat melanda rumah produksi sofa sekaligus kos-kosan di kawasan Pajang, Laweyan, Solo, pagi. Lima orang penghuni sempat terjebak kepungan api dan terpaksa melompat dari tembok belakang bangunan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Api yang muncul dari bagian depan bangunan langsung membesar dengan cepat, menutup satu-satunya akses keluar utama.

Salah satu penghuni kos, Eko Rahmanto, mengungkapkan beberapa orang melompat dari karena jalan di bagian depan sudah tertutup si jago merah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menyelamatkan diri lewat belakang, ada lima orang yang lompat tembok belakang. Karena di depan api sudah berkobar, tidak ada akses jalan lagi untuk menyelamatkan diri," kata Eko kepada awak media di lokasi kejadian, Selasa (25/8/2026).

ADVERTISEMENT

Eko menceritakan, saat kejadian dirinya sedang berjualan gethuk di pojokan Tugu Jam yang tak jauh dari lokasi. Ia melihat asap hitam membubung tinggi dan langsung lari menuju tempat kosnya. Nahas, api sudah terlanjur menguasai bangunan.

"Saya lagi jualan, terus melihat asap mengepul, saya tahu kalau di kos, langsung lari," ucapnya

Menurutnya, api berkobar sangat besar. Banyaknya material mudah terbakar di
dalam rumah produksi sofa, seperti busa, kayu, hingga triplek, membuat api merembet dalam hitungan detik.

"Terlalu cepat, tidak ada satu menit sudah langsung besar," ucapnya.

Akibat kejadian ini, Eko harus kehilangan seluruh harta bendanya. Kamar kos yang
sudah ia huni selama 10 tahun itu rata dengan tanah. Satu unit sepeda motor, alat elektronik seperti blender, hingga dokumen-dokumen penting miliknya hangus terbakar.

"Kamar saya habis, ludes. Motor juga ikut terbakar, padahal itu buat transportasi sehari-hari," tuturnya.

Meski begitu, ia masih bersyukur karena gerobak dagangannya selamat karena dibawa berjualan. Menurut Eko, saat ini bangunan tersebut lebih banyak dihuni oleh keluarga pemilik usaha sofa, sementara dirinya adalah satu-satunya penghuni kos yang tersisa.

"Ini dulu kos-kosan, tapi yang masih ngekos saya, yang lainnya sudah keluarga," bebernya.

Terpisah, Komandan Peleton C Damkar Solo, Tri Mulyono, mengatakan pihaknya mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari seluruh pos sektor di Solo. Api baru bisa dikendalikan setelah petugas berjibaku selama kurang lebih dua jam.

"Ada 10 armada, ntuk penyebabnya tadi katanya dari pengapian las listrik, tapi untuk pastinya biar dari pihak kepolisian untuk memastikannya, butuh waktu dua jam untukemadamkan," pungkas Tri.



(ams/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads