ISI Solo terus mengusut kejadian viral mahasiswa Moshing di Pendopo Ageng ISI Solo. Tim Komite Etik Mahasiswa disiapkan untuk bekerja sama dengan Satgas PPKPT untuk melakukan investasi kejadian tersebut.
Rektor ISI Solo Bondet Wrahatnala mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada publik atas kejadian tersebut. Dia menegaskan ISI Solo terus melakukan koordinasi terkait kejadian dalam penutupan Expo UKM ISI Solo pada Jumat (21/8) malam.
"Saya selaku rektor, mohon maaf apabila memang kemarin kejadian itu menjadi seperti itu. Menjadi viral, dan kemarin sudah diklarifikasi secara lengkap," kata Bondet, saat konferensi pers di Rektorat ISI Solo, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga tidak menutup kemungkinan untuk memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terlibat atas dasar keputusan dari Komite Etik Mahasiswa. Kami punya peraturan di sini, yang harus melibatkan Komite Etik Mahasiswa dan juga Satgas PPKPT yang akan berkolaborasi, dan nantinya memberikan sanksi-sanksi terkait perilaku mahasiswa yang dianggap melanggar," imbuhnya.
Dijelaskan Tim Komite Etik Mahasiswa sudah ada, dan merujuk pada Peraturan Rektor nomor 5839 tahun 2013 tentang perilaku ISI Solo. Hanya saja pembentukan anggotanya akan dilakukan peninjauan kembali sesuai jabatan yang berlaku, dengan unsur kaprodi, pembimbing akademik, dan pimpinan fakultas.
Dari informasi yang beredar, dia mengatakan kejadian itu ditengarai ada dua mahasiswa ISI Solo, dan satu mahasiswa dari luar ISI Solo. Terkait mahasiswa yang di luar ISI Solo, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan kampus mahasiswa yang bersangkutan.
"Kita akan berkolaborasi (dengan Komite Etik Mahasiswa dan Satgas PPKPT) untuk menentukan sanksi apa yang akan diberikan kepada terduga pelaku. Karena kita punya Komite Etik, kita tidak bisa hari ini juga langsung memberikan sanksi, karena kita ada tata aturan yang harus dipatuhi, sehingga semua harus berjalan sesuai prosedur. Insyaallah akan kita segerakan sehingga apa yang mereka lakukan, konsekuensinya bisa segera dirasakan," jelasnya.
Bondet mengatakan, Pendopo Ageng ISI Solo merupakan tempat yang sakral karena filosofinya, yakni empan papan, empan wektu, empan tata, dan empan roso. Selain itu, Pendopo Ageng juga digunakan untuk lokasi seni pertunjukkan.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi, pihaknya juga akan melakukan sejumlah langkah preventif. Seperti melaksanakan Studium General, memberikan penguatan pada mata kuliah terkait nilai budaya, dan melakukan evakuasi menyeluruh terkait aktivitas kemahasiswaan.
Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Solo, Aris Setiawan, menambahkan jika yang terlibat dalam kejadian tersebut bukan dilakukan mahasiswa baru.
"Di situ tidak ada keterlibatan mahasiswa baru. Kalaupun ada, mohon jangan dijastifikasi sebagai sebuah kesalahan. Karena mahasiswa baru, baru masuk belum tahu bagaimana ISI Surakarta dibangun, bagaimana culture harus dihargai, dan sebagainya," kata Aris.
Terkait ancaman sanksi yang akan diberikan kepada mahasiswa yang terlibat, pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari tim Komite Etik Mahasiswa.
"Memang ada tuntutan langsung saja disanksi, dan sebagainya. Tapi kita mencoba untuk membacanya lebih jauh," ucapnya.
"Harus ada proses persidangan, dipanggil, diklarifikasi, apa temuan oleh tim investigasi, sehingga bisa diputuskan misal mahasiswa bersalah berdasarkan aturan yang ada," Pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Viral video sejumlah mahasiswa tengah berjoget bahkan moshing di Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Video tersebut diunggah akun Instagram @surakartahits_, dan menjadi sorotan warganet.
"IRONIS!!! Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia Surakarta yang seharusnya menjadi ruang yang Agung, ruang yang mempresentasikan marwah dan identitas kampus justru di perlakukan seolah olah tidak mempunyai nilai apa apa," tulis caption postingan akun Instagram @surakartahits_, seperti yang dilihat detikJateng, Sabtu (22/8/2026).
Kabag Akademik dan Kemahasiswaan ISI Solo, Esha Karwinarno, mengatakan momen itu terjadi saat penutupan Expo UKM ISI Solo, pada Jumat (21/8) malam. Ia menyebut acara itu sudah di luar kegiatan PKKMB.
"Iya (di Pendopo ISI Solo), itu acara Expo UKM, pada joget-joget itu acaranya. Penutupannya tadi malam. Acara anak-anak closing acara, ada yang merekam justru tidak di performingnya, malah hal-hal sampingannya. Ya sudah, itu sudah terjadi, kami sudah meminta maaf," kata Esha saat dihubungi awak media, Sabtu (22/8).
