Pemilik Rumah Terbakar di Semarang Ogah Ditanyai Damkar, Diduga Gudang Miras

Pemilik Rumah Terbakar di Semarang Ogah Ditanyai Damkar, Diduga Gudang Miras

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Senin, 24 Agu 2026 10:57 WIB
Rumah terbakar di eks kawasan Gambilangu, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Minggu (23/8/2026) malam.
Rumah terbakar di eks kawasan Gambilangu, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Minggu (23/8/2026) malam. Foto: Dok. Damkar Kota Semarang
Semarang -

Satu unit rumah dua lantai di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, hangus terbakar. Rumah itu diduga jadi gudang penyimpanan minuman keras (miras). Damkar menyebut pemilik rumah itu agak tertutup saat ditanyai soal sumber api maupun jumlah mirasnya.

Kebakaran itu terjadi pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 22.05 WIB. Api diduga bersumber dari lantai dua rumah yang disebut-sebut sebagai tempat untuk menyimpan miras.

"Kebakaran rumah itu, di Gambilangu, yang dulunya lokalisasi. Yang terbakar hanya satu rumah, dua lantai. Yang paling parah yang di atas karena sumber apinya dari lantai dua," kata Kabid Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, saat dihubungi detikJateng, Senin (24/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tantri mengatakan rumah tersebut sekaligus digunakan sebagai tempat usaha penjualan miras. Luas rumah itu sekitar 20x10 meter. Penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Berdasarkan informasi awal, terdapat sejumlah minuman beralkohol di lantai dua rumah yang terbakar.

ADVERTISEMENT

"Untuk sementara ini kita belum tahu (sumber api). Yang jelas malam itu sumber apinya dari lantai dua," ujar dia.

Tantri mengungkapkan, petugas di lapangan saat itu kesulitan mendapatkan informasi lebih lanjut terkait sumber api maupun jumlah minuman yang berada di lantai dua.

"Kita belum bisa memastikan jumlahnya karena saat ditanyai semalam agak tertutup. Jumlahnya kita nggak tahu, tapi intinya sumber apinya dari lantai dua," ucap Tantri.

Menurut Tantri, lantai dasar rumah itu digunakan sebagai kantor, sedangkan lantai atas diduga menjadi tempat penyimpanan minuman. Minuman itu diduga untuk menyuplai kebutuhan tempat karaoke di sekitar lokasi.

"Di bawahnya kayak ada kantor. Kalau malam kan mungkin kantor nggak ada. Kemungkinan yang di atas itu untuk suplai minuman yang ada di karaoke, karena di lingkungan sekitarnya banyak karaoke," ungkapnya.

Saat kebakaran terjadi, kata Tantri, diduga ada orang di dalam bangunan. Namun, orang itu berhasil keluar sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

"Pada saat itu kemungkinan ada (orang), cuma kan pada keluar. Alhamdulillah tidak ada korban," kata Tantri.

"Semalam kami terjunkan enam unit Damkar Kota Semarang sama bantuan dari Kendal dua unit, karena kebakarannya lumayan besar. Kira-kira yang terbakar 50 persen," lanjutnya.

Total proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar dua jam. Api berhasil dipadamkan pada Senin (24/8) dini hari pukul 00.18 WIB.

"Yang di bawah nggak parah. Yang parah yang di atas itu paling parah," kata Tantri.

Sementara itu, nilai kerugian masih belum dapat dipastikan karena pemilik rumah belum memberikan informasi terkait kerugian materi.

"Kerugiannya sementara belum tahu. Tadi malam juga menanyakan itu agak tertutup dari pemiliknya," ucap Tantri.



(dil/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads