Seratusan siswa SMP 6 Boyolali yang diduga keracunan kondisinya kini sudah membaik. Satu siswa yang sempat dilarikan ke rumah sakit juga telah membaik.
"Kita monitoring melalui Google Form orang tua mengisinya kondisi sudah membaik semuanya," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, FX Kristandyoko, dikonfirmasi detikJateng melalui telepon selulernya Sabtu (22/8/2026).
Kristandyoko mengungkapkan, ada satu siswa SMP Negeri 6 Boyolali yang sempat dibawa ke RSUD Pandan Arang (RSPA) Boyolali. Namun, siswa tersebut tidak sampai menjalani opname dan kondisinya kini sudah semakin membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya benar (ada satu siswa di bawa ke rumah sakit). Ke RSPA sore jam 16.00 WIB. Tidak opname, bisa rawat jalan. Semoga membaik dan sehat semuanya," jelasnya.
"Kita perbaiki kekurangan pelayanan MBG dan berusaha mengutamakan kesehatan siswa dengan kasus ini," sambung dia.
Diberitakan sebelumnya, dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Boyolali. Dialami oleh seratusan siswa SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 2 Boyolali.
"Untuk yang sakit hari ini tadi terdata 96 anak," kata Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMPN 6 Boyolali, Marsih Sri Hartini, ditemui di sekolah tersebut Jumat (21/8/2026).
Selain itu, jelas dia, juga terdapat 3 guru dan satu pegawai Tata Usaha yang mengeluhkan gejala keracunan. Marsih juga mengaku, mengalaki gejala keracunan.
"Gurunya ada 3, TU satu (mengalami gejala keracunan). Kebetulan saya sendiri juga tadi habis ngajar saya juga diare. Maka terus saya mendahului pulang sebentar, terus kesini lagi," ungkapnya.
Kemudian terdapat 26 siswa izin tidak masuk sekolah karena sakit. Namun belum terkonfirmasi, 26 anak tersebut apakah juga mengalami gejala keracunan.
"Untuk yang izin sakit itu 26 anak, nanti besok Senin baru kita konfirmasi apakah gejalanya sama diare," imbuh dia.
Marsih mengatakan, dugaan keracunan itu diduga dari menu MBG yang disantap siswa pada Kamis (20/8). Pada Jumat (21/8) pagi pihak sekolah mendapat laporan dan keluhan dari para siswa, bahwa mereka mengeluhkan sakit perut dan diare.
Menu yang disajikan pada Kamis yakni nasi putih, sop berisi makaroni, jamur, wortel, ayam iris. Lalu lauknya tahu pong dan buah kelengkeng.
Pihak sekolah kemudian melaporkan dugaan keracunan itu ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siswodipuran 2 yang menyuplai MBG ke sekolah tersebut. Dari SPPG yang melapor ke Dinas Kesehatan.
Pihak sekolah selanjutnya juga melapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali. Petugas medis dari Puskesmas Boyolali I, kemudian mendatangi SMPN 6 Boyolali dan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada siswa yang sakit.
Kepala SMPN 2 Boyolali, Siyamto Budi, mengatakan ada sejumlah siswa yang mengalami keluhan sakit perut dan diare. Hari Kamis kemarin ada 3 siswa dan hari ini ada 4 siswa. Mereka masuk sekolah dan tidak sampai dibawa ke Puskesmas.
"Kemarin ada 3, hari ini ada 4. Itupun anaknya yang kemarin salah satunya," kata dia.
