Kondisi jembatan penyeberangan orang (JPO) di Pasar Bulu, Jalan Mgr Sugiyopranoto, Semarang Selatan, Kota Semarang, dinilai mengkhawatirkan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang masih menelusuri kepemilikan jembatan itu.
Pantauan detikJateng di lokasi pada Jumat (21/8), jembatan tersebut membentang melintasi Jalan Mgr Sugiyopranoto. Fasilitas publik itu menjadi penghubung pejalan kaki yang hendak menyeberang dari halte BRT sebelah kanan ke kiri.
Di sebelah selatan juga terdapat kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah (Jateng). Di sebelah utara ada Pasar Bulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun kondisinya, banyak ditemukan lubang di berbagai titik seperti tangga. Pagar yang digunakan sebagai pegangan tangan pun terlihat keropos dan banyak bagian yang hilang.
Sementara beberapa atap JPO juga habis dimakan waktu. Jembatan itu juga tampak dipenuhi karat. Di separator jalan terdapat papan bertuliskan "Gunakan Jembatan Penyeberangan".
Putri (15), warga asal Kendal, menerangkan dirinya berwisata di Kota Lama dan nyasar ke Lawang Sewu. Dirinya hendak ke Ngaliyan tetapi salah melewati sisi jalan sehingga harus menyeberang lewat JPO ke arah Pasar Bulu.
Kondisi JPO di Pasar Bulu, Jalan Mgr Sugiyopranoto, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (21/8/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng |
Putri baru pertama kalinya menyeberang jembatan itu. Namun, dia diliputi rasa takut karena kondisi jembatan yang mengkhawatirkan.
"Harus lewat sini. Takut kayak keropos," kata Putri saat ditemui di JPO tersebut, Jumat (21/8/2026).
Dia juga menemukan banyaknya lobang di lantai jembatan. Banyak pula temuan Putri yang menunjukkan pagar keropos.
"Kaget kok bisa kayak gini. Banyak yang bolong, kayak rapuh," sebutnya.
"Atapnya banyak yang pecah, kayak yang nggak aman buat pejalan. Tadi saling pegang karena takut pegangan pagar," lanjutnya.
Ia berharap JPO tersebut lekas diperbaiki.
"Dibenerin yang layak," terangnya.
Pendapat serupa juga disampaikan Rere (31), wanita asal Semarang Barat. Dia menyebut, jembatan tersebut sudah tidak layak digunakan.
"Menurut saya kondisinya mengkhawatirkan karena seperti keropos," kata Rere.
Dia juga ketakutan saat melintasi JPO tersebut. Dia pun menuntut pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan itu.
"Takut kalau lewat sini. Kan ini fasilitas publik, mustinya cepat diperbaiki," ungkapnya.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Mulayadi, mengatakan pihaknya telah memonitor kondisi JPO itu. Pihaknya juga telah berkirim surat ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN).
"Iya, kami memantau kondisi tersebut dan kami sudah bersurat ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional terkait kepemilikan aset," kata Mulyadi.
Dishub juga tengah menelusuri kepemilikan aset fasilitas publik itu. Sebab, sebelumnya Jalan Mgr Sugiyopranoto merupakan jalan nasional.
"Niki (ini) terus kami telusuri terus karena sebelumnya masuk jalan nasional," sebutnya.
Menurutnya, JPO itu perlu diganti. Pihaknya juga terus menelusuri kepemilikan aset dapat dilakukan penanganan.
"Nggih kedahe harus diganti. Dan hasil pembahasan menjadi perhatian kepala dinas, pertama adalah terkait kepemilikan aset tersebut, supaya ada langkah-langkah bisa dilakukan terkait JPO tersebut," pungkasnya.

