Seratusan siswa SMP di Boyolali diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, langsung mengambil sampel menu makanan dan mengirimkan ke Laboratorium Kesehatan (Labkesmas) di Semarang untuk dilakukan penelitian.
Kepala Dinkes Boyolali, FX Kristandyoko, mengatakan pihaknya mendapat laporan kejadian dugaan keracunan MBG tersebut dari SPPG Siswodipuran 2. Kemudian Puskesmas Boyolali I langsung mendatangi SMPN 6 Boyolali tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan penyelidikan epidemiologi.
"Tadi kita jam 10.00 WIB tadi kita dapat WA dari SPPG Siswodipuran 2, bahwa ada keracunan di SMP 6. Kemudian dari tim kesehatan Puskesmas Boyolali I itu ke sekolah di SMP 6," ujar Kepala Dinkes Boyolali, FX Kristandyoko, dimintai konfirmasi wartawan via telepon selulernya, Jumat (21/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat petugas datang, para siswa sekolah sudah jam pulang sehingga ada yang sudah pulang. Hasil pendataan dari sekolah di SMPN 6 Boyolali, terdapat 96 anak yang mengeluhkan sakit.
Anak-anak yang mengeluhkan sakit tersebut kemudian dikumpulkan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Dari 96 siswa itu, masih ada 17 siswa yang masih merasakan sakit. Masih mengeluhkan mual, perut melilit dan diare.
"Itu diperiksa oleh tim kesehatan dari Puskesmas Boyolali I dengan melibatkan dokter dan timnya. Nah, kemudian sudah diberikan obat. Dan kami juga masih menunggu, sambil kita berkomunikasi dengan guru maupun Kepala Sekolah di SMP 6. Kalau murid yang misalnya hari ini tidak masuk untuk bisa memberikan laporan. Sehingga kami bisa ada pelacakan untuk lebih akurat," ujarnya.
"Dan memang kami masih melakukan suatu penyelidikan epidemiologi. Sehingga kami bisa lebih merinci lagi sebab-sebab dan lain sebagainya," sambung dia.
Dijelaskan, para siswa tersebut diduga mengalami keracunan dari menu MBG yang disajikan pada Kamis (20/8) kemarin. Menu yang disajikan yakni nasi putih, sop (makaroni, jamur, wortel, ayam iris), tahu pong dan buah kelengkeng.
"Kalau kita runut dari anamnese kepada anak-anak tadi itu, memang gejalanya, makanan yang disajikan kan jam 09.00 WIB dan itu ada gejala muncul di jam 16.00 WIB atau jam 04.00 (sore). Jadi memang masuk onset di dalam keracunan ya," jelas Kris.
Gejala yang dialami para siswa tersebut, antara lain perut mules, mual, melilit. Kemudian ada diare, lalu pusing.
Kris menyatakan sudah mengambil sampel menu MBG yang disajikan kemarin. Sampel dikirim ke Labkesmas di Semarang, untuk diperiksa penyebab keracunan tersebut.
"Untuk sampelnya itu sudah kami kirimkan ke Labkesmas yang ada di Semarang. Jadi, kami juga menunggu hasil dari Labkesmas Semarang itu," tegasnya.
