Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dan beberapa pejabat kampus setempat. Kini suasana gedung Rektorat Unsoed terutama lantai 3 disteril dan tidak boleh ada yang masuk.
Usai OTT, suasana gedung rektorat kampus nampak lengang. Sejumlah mahasiswa tetap beraktivitas seperti biasa di lantai 1 gedung tersebut.
Saat awak media mencoba ke lantai 3 tempat ruangan para pejabat Unsoed termasuk Rektor, petugas keamanan setempat tidak mengizinkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maaf untuk lantai 3 steril. Karena perintah dari KPK tidak boleh ada yang ke atas," kata seorang petugas keamanan kampus, Jumat (21/8/2026).
Selain lantai 3, petugas keamanan itu juga menjelaskan lantai 2 pun hanya bisa diakses oleh karyawan kampus.
"Lantai 2 juga tidak bisa. Hanya khusus untuk karyawan," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, KPK mengatakan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Purwokerto. Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) diamankan dalam OTT ini.
"Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo, Jumat (21/8), dilansir detikNews.
Rektor Unsoed disebut terjerat kasus dugaan korupsi. KPK menyebut 14 orang diamankan dalam OTT di Purwokerto.
"Dalam peristiwa ini, tim mengamankan empat belas orang, yakni dua belas orang di wilayah Purwokerto dan dua orang di Jakarta, pada Kamis (20/8)," sambungnya.
