Alasan Pemkot Semarang Usulkan KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Alasan Pemkot Semarang Usulkan KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 20 Agu 2026 16:14 WIB
Ilustrasi Kiai Sholeh Darat
Ilustrasi Kiai Sholeh Darat. Foto: Gatra/Agus Triyanto
Semarang -

Pemerintah Kota Semarang mengungkap alasan di balik pengusulan gelar pahlawan nasional untuk KH Sholeh Darat. Salah satu pertimbangannya yakni KH Sholeh Darat punya peran dalam memperjuangkan kemerdekaan RI melalui keilmuan.

"Yang menjadi dasar pertimbangan adalah Sholeh Darat ini berjuang tidak dengan mengangkat senjata, tapi berjuang dengan keilmuannya," ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Agus Junaidi saat ditemui di Balai Kota Semarang, Kecamatan Semarang Tengah, Rabu (19/8/2026).

Agus menambahkan, saat ini proses pengusulan gelar pahlawan untuk sosok yang bernama asli Muhammad Soleh itu sudah lolos dan tinggal menunggu pengumuman Presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, untuk pengusulan gelar pahlawan nasional Kiai Sholeh Darat sudah sampai tahap akhir, sudah final, lolos memenuhi syarat. Sehingga ini diajukan gelar pahlawan nasional oleh Presiden," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Sosok yang merupakan pengasuh pondok di daerah Darat, Kecamatan Semarang Utara, yang diperkirakan lahir sekitar tahun 1820 sudah diusulkan menyandang gelar pahlawan sejak 2025. Dari Jawa Tengah, satu sosok yang juga diusulkan menyandang gelar pahlawan ialah Margono Djojohadikoesoemo.

"Nanti tinggal dipilih oleh Presiden karena senasional itu ada banyak usulan. Jawa Tengah ada kurang lebih dua, yaitu Kiai Sholeh Darat sama Bapak Margono Djojokusumo," ujar Agus.

Untuk lolos ke pengusulan tersebut, kata Agus, tahapannya cukup panjang mulai dari survei lapangan hingga kajian internasional. Pengukuhan gelar kini tinggal menunggu arahan dari pemerintah pusat.

"Dan itu semua (syarat) alhamdulillah sudah terpenuhi. Dan sidang terakhir, kami juga ikut Jakarta itu, alhamdulillah sudah lolos memenuhi syarat. Sehingga kalau memenuhi syarat itu tinggal antre untuk nanti diumumkan oleh Presiden," terangnya.

Pemkot Semarang tengah menunggu pengumumannya pada November mendatang. Diharapkan, KH Sholeh Darat bisa dikukuhkan sebagai pahlawan nasional pada tahun ini.

Sebagai informasi, KH Sholeh Darat diperkirakan lahir sekitar tahun 1820 di Desa Kedung Cumpleng, kecamatan Mayong, Jepara.

Namun, sosoknya lebih dikenal dengan nama Kiai Sholeh Darat. Nama itu didapat karena dirinya merupakan pengasuh pondok di daerah Darat, Semarang Utara, Kota Semarang.

Kiai Sholeh Darat dikenal dengan berbagai kitabnya di bidang fiqih, tasawuf, dan tafsir. Berbagai kitabnya juga dibuat menggunakan tulisan Arab berbahasa Jawa atau pegon agar mudah dipahami masyarakat.

Salah satu karyanya yang tersohor ialah kitab berjudul Faidlur Rahman fi Bayani Asrarir Qur'an. Kitab itu disebut-sebut sebagai kitab tafsir pertama yang menggunakan aksara pegon.

KH Sholeh wafat di Semarang tahun 1903. Ia dimakamkan di TPU Bergota dan hingga kini masih banyak peziarah yang mengunjungi makam tokoh ulama terkenal ini.



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads