Kebakaran rumah di Dukuh Ngrandu, Desa Pulo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, menewaskan Subakri (67). Korban ditemukan petugas di dalam rumah setelah api membakar bagian bangunan pada Rabu (19/8) dini hari.
Kapolsek Rembang AKP Al Sutikna mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 00.06 WIB. Saat itu saksi Eko Siswanto mendengar suara letusan dari rumah korban.
"Saksi kemudian melihat api dari bawah genteng dan langsung memanggil anak korban serta meminta pertolongan warga," kata Al Sutikna saat diminta konfirmasi detikJateng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum kejadian, sekitar pukul 22.30 WIB, istri korban, Endang Waluyo Wati (65), sempat melihat Subakri sedang tidur di kamar tengah. Korban diketahui dalam kondisi sakit stroke.
Endang kemudian pergi ke rumah tetangganya untuk mengurus cucu. Tak lama berselang, kebakaran terjadi di rumah korban.
Petugas Damkar, Polsek Rembang dan Pamapta Polres Rembang tiba di lokasi sekitar pukul 00.20 WIB. Petugas langsung melakukan pemadaman sekaligus berupaya menyelamatkan korban yang masih berada di dalam rumah.
"Setelah petugas masuk ke dalam rumah, korban ditemukan di dapur dalam kondisi sudah meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa tim PSC ke RSUD Rembang," jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan luar oleh petugas media IGD RSUD Rembang, ditemukan luka bakar pada kaki korban. Korban dinyatakan meninggal akibat trauma inhalasi, yakni kondisi darurat akibat menghirup udara panas, asap, atau gas beracun.
"Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Rembang M Luthfi Hakim mengatakan proses pemadaman sempat terkendala karena aliran listrik di rumah masih menyala. Petugas dan warga bahkan sempat tersetrum saat hendak melakukan pemadaman dan evakuasi.
"Arus listrik masih ada sehingga proses pemadaman dan evakuasi harus menunggu PLN memutus aliran. Petugas dan warga sempat tersetrum," kata Luthfi saat dimintai konfirmasi detikJateng.
Petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam dan dua unit tangki suplai. Pemadaman, pengecekan, dan penyisiran selesai sekitar pukul 02.31 WIB.
Selain rumah, satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 dengan nomor polisi K 3660 SD turut terbakar, uang tunai sekitar Rp 20 juta juga berhasil diselamatkan.. Kerugian material ditaksir sekitar Rp 100 juta.
Polisi saat ini memasang garis polisi di lokasi dan masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Setelah proses pendinginan selesai, Tim Inafis Polres Rembang akan melakukan olah tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan Puslabfor.
"Rencana tindak lanjutnya olah TKP oleh Tim Inafis setelah pendinginan, kemudian koordinasi dengan Puslabfor untuk mengetahui penyebab kebakaran," pungkas Al Sutikna.
