Pertamina Buka Suara soal Xenia Angkut 4 Galon BBM Terbakar di Semarang

Pertamina Buka Suara soal Xenia Angkut 4 Galon BBM Terbakar di Semarang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 18 Agu 2026 19:59 WIB
Rekaman CCTV mobil Daihatsu Xenia yang membawa 4 galon berisi BBM sebelum terbakar di Jalan Mayjen Sutoyo, Kota Semarang, Senin (17/8/2026).
Rekaman CCTV mobil Daihatsu Xenia yang membawa 4 galon berisi BBM sebelum terbakar di Jalan Mayjen Sutoyo, Kota Semarang, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. Pertamina
Semarang -

PT Pertamina buka suara soal kejadian satu unit mobil Daihatsu Xenia yang mengangkut empat galon BBM terbakar di Jalan Mayjen Sutoyo, Kota Semarang. Pihak Pertamina menyatakan BBM dalam jeriken di mobil itu bukan dari pengisian langsung menggunakan nosel SPBU.

"Kalau dari kronologi yang kami dapatkan, itu memang terdapat jeriken di dalam mobil yang memang bukan dari pengisian (langsung). Tapi dia ngisi lewat salurannya sendiri," kata Area Manager Communication, Relations, and CSR Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan saat dihubungi detikJateng, Selasa (18/8/2026).

Taufiq belum bisa memastikan bagaimana BBM tersebut dipindahkan ke dalam galon. Sebab, hal itu masih diselidiki pihak kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dari CCTV yang bisa kami berikan, belum ditemukan sambungan antara galon jeriken isi BBM dengan katup pengisiannya," ujarnya.

Taufiq menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV, pengemudi Xenia itu sempat terlihat merokok.

ADVERTISEMENT

"Kalau dari CCTV yang kami dapat, 100 meter setelah keluar dari SPBU itu dia kedapatan merokok. Jadi setelah ngisi terus merokok, mungkin di dekat bagian jeriken tersebut," jelasnya.

"Kemudian mungkin dari abu rokok atau yang lain itu menyambar ke bagian sensitif yang rentan terbakar karena pakai jeriken plastik," lanjutnya.

Taufiq menegaskan penggunaan jeriken plastik untuk membawa atau mengisi BBM pada dasarnya tidak diperbolehkan. Menurutnya, wadah plastik dapat menimbulkan listrik statis yang berpotensi menjadi salah satu pemicu kebakaran.

"Untuk alasan apa pun, menyimpan BBM dalam kemasan plastik itu sangatlah berbahaya karena plastik itu bisa menghantarkan listrik statis yang bisa menjadi salah satu faktor segitiga api," jelasnya.

Taufiq menerangkan, Pertamina menerapkan sejumlah mekanisme untuk mencegah penyalahgunaan distribusi BBM, salah satunya melalui sistem barcode. Melalui sistem itu, pengisian BBM bisa disesuaikan dengan data kendaraan dan kuota yang telah terdaftar.

"Pengisiannya itu disesuaikan dengan kuota per kendaraan yang ditentukan pada saat dia mendaftar barcode. Pada saat dia mendaftarkan barcode, kita sudah tahu maksimal kapasitas tangki dalam kendaraan itu berapa," jelas Taufiq.

Menurutnya, sistem barcode tersebut diterapkan untuk memitigasi potensi penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM.

Mengenai tujuan si pemilik mobil itu membawa empat galon berisi BBM, Taufiq menyerahkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

"Yang jelas kita tidak tahu peruntukan dari menyimpan galon BBM di dalam mobil tersebut. Apakah menimbun untuk keperluan perjalanan jauh, atau karena 17-an mungkin mau untuk menyalakan genset, kita nggak tahu, itu domainnya kepolisian," tuturnya.

Taufiq mengimbau masyarakat tidak menyimpan BBM menggunakan wadah yang tidak sesuai standar karena berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Biasanya mereka yang menimbun itu menggunakan kemasan yang tidak standar pabrikan sehingga membahayakan diri sendiri maupun orang lain, konsumen di sekitarnya, dan merugikan SPBU itu sendiri," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

"Ini sedang kita selidiki ya. (Apakah diketahui pengemudi sempat merokok?) Akan kita cek info ini ya," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, satu unit mobil Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar di Jalan Mayjen Sutoyo, Kelurahan Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, terbakar hebat. Mobil itu diketahui membawa 4 galon bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 22.20 WIB, Senin (17/8/2026). Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB. Sebanyak 11 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

"Kebakaran mobil diduga korsleting listrik yang juga dipicu dari empat galon BBM yang ada di dalam mobil," kata Tantri saat dihubungi detikJateng, Selasa (18/8/2026).



(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads