Seorang murid kelas 9 SMPN 6 Kota Pekalongan berinisial AAF atau F (15) dikeroyok temannya hingga koma gegara perempuan. Polisi pun mengusut kasus ini.
Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyono, mengatakan belum ada laporan dari pihak keluarga. Meski begitu, pihaknya masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan ini.
"Masih dalam lidik. Belum ada laporan aduan," ungka Setiyono saat dihubungi detikJateng via pesan singkat, Selasa (18/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus pengeroyokan yang berujung korban koma.
"Kami masih mendalami dugaan Bully itu," ujar Setyanto.
Sebagai informasi, kasus pengeroyokan itu terjadi saat momen istirahat di toilet sekolah pada Kamis (13/8) pukul 09.30 WIB. Usai dikeroyok, korban F sempat mengikuti pelajaran hingga sore.
Namun, setiba di rumah, korban F mengeluh sakit dan dilarikan ke rumah sakit pada sore harinya. Remaja warga Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Barat itu sempat koma dan mengalami penurunan kesadaran akibat benturan keras di bagian kepala. Namun, kondisinya berangsur membaik.
Dari hasil klarifikasi awal, kejadian itu diduga berawal gegara pergaulan dan hubungan pertemanan.
"Bahwa si korban F ini memiliki teman dekat, dan teman dekat itu lawan jenis (R). Sementara di lawan temannya itu tadi masih punya cerita berlanjut dengan mantannya," kata perwakilan pihak sekolah Qurratiani saat ditemui di RSUD Bendan, Jumat (14/8).
Persoalan itu menjadi pemicu perselisihan antara F dengan siswa kelas 8 yang merupakan mantan pacar dari R.
"Dan di situ biasa mungkin ada gejolak-gejolak rasa suka yang masih belum move on, yang satunya ingin memiliki, akhirnya terjadi komunikasi lewat media sosial yang mungkin membuat trigger untuk pada akhirnya si anak ini mungkin memberitahu temannya bahwa dia merasa terancam dan seterusnya," kata dia.
Persoalan berawal saat si mantan yang sekelas dengan R itu disebut kerap menganggu R. F kemudian berkomunikasi dengan si mantan agar tidak mengganggu R lagi. Karena F dinilai mengancam, si mantan kemudian mengadu ke para pelaku pengeroyokan yang merupakan siswa kelas 9 yang berujung pengeroyokan di toilet.
