Siswa SD di Cawas Klaten Diduga Keracunan, Sampel MBG-Air Galon Dicek

Siswa SD di Cawas Klaten Diduga Keracunan, Sampel MBG-Air Galon Dicek

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Sabtu, 15 Agu 2026 16:33 WIB
Tim Inafis Polresta Klaten mengambil sampel air galon di SDIT Sinar Fajar Cawas Klaten, Sabtu (15/8/2026).
Tim Inafis Polresta Klaten mengambil sampel air galon di SDIT Sinar Fajar Cawas Klaten, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Siswa SDIT Sinar Fajar, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Klaten mengalami gejala keracunan dari pusing sampai muntah. Selain makanan MBG, air galon dan kue lapis yang disediakan sekolah dicurigai jadi pemicu.

Untuk memastikan penyebabnya, tim Inafis Polresta Klaten dan Dinas Kesehatan mengambil sampel air galon di lokasi. Pantauan detikJateng, tim Inafis setelah membawa sampel nasi dan lauk dari SPPG langsung menuju sekolah.

Tim yang didampingi Kapolsek Cawas AKP Umar Mustofa dan Pamapta 2 Polresta Klaten Ipda Jarot Dwi Haryono kemudian mendatangi sekolah di Jalan Cawas-Bayat itu. Di sekolah tersebut, sampel air galon diambil dengan wadah plastik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim sempat melacak sampel kue lapis dari penjual tetapi hasilnya belum didapat. Setelah kejadian, para siswa sudah dipulangkan.

Kasek SDIT Sinar Fajar, Sri Joko Purwanto menyatakan siswa pada hari Jumat selain sarapan MBG juga diberikan air galon dari sekolah. Ada juga kudapan tambahan.

ADVERTISEMENT

"Ada MBG tapi digunakan untuk sarapan. Ada juga snack dari sekolah, kue lapis," kata Joko kepada detikJateng di lokasi, Sabtu (15/8/2026) siang.

Ditanya soal jumlah siswa bergejala dan yang tidak masuk sekolah, Joko mengatakan belum bisa memastikan karena form pendataan masih disebar. Untuk yang tidak masuk lebih dari 10 orang.

"Sepertinya ada (lebih dari 10 orang). Dan baru tahu itu tadi pagi, gejalanya kami dengar itu hanya mual sama muntah," lanjut Joko.

Kapolsek Cawas AKP Umar Mustofa menjelaskan Polsek hanya mendampingi tim Inafis Polresta dan Dinas Kesehatan mengambil sampel dari SPPG dan sekolah. Di sekolah diambil sampel air galon.

"Di sekolah diambil sampel air galon isi ulang, untuk kue lapis sudah tidak ada. Penyebabnya apa kita belum tahu, kita hanya mendampingi," kata Umar kepada detikJateng.

Terpisah, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama menjelaskan investigasi kejadian tersebut sedang dilakukan. Beberapa informasi sudah dikumpulkan.

"Kita sudah dapat beberapa informasi dari orang tua siswa, ada yang dapat informasi dari sesama orang tua, anak teman saya juga. Informasinya dari sekolah ada snek khusus dan minumnya juga disediakan disitu," papar Yoga saat diminta konfirmasi detikJateng di ponselnya.

Menurut Yoga, informasi lain ada siswa yang tidak makan MBG juga bergejala pusing dan muntah. Untuk itu pihaknya sudah meminta Dinkes juga mengambil sampel kue lapis dan air minum dari sekolah.

"Sampelnya kita minta tolong Dinkes untuk ambil sampel airnya, untuk sampel kue lapis sudah tidak ada. Kalau SPPG itu pasti kita amankan sampai tiga hari, jadi sampel SPPG sudah diamankan," jelas Yoga.

SPPG, ungkap Yoga, SPPG di lokasi melayani belasan sekolah. Tapi informasi awal hanya satu sekolah, satu gedung SDIT itu yang bergejala.

"Satu sekolah itu pun hanya satu kampus, karena ada dua kampus. Saya baru cross cek apakah benar hanya sekolah situ, tapi informasi awal hanya satu sekolah, di satu gedung," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, siswa SD Sinar Fajar Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Klaten mengalami gejala mual, muntah hingga diare. Diduga para siswa mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG).

Salah seorang siswa kelas VI berinisial N mengaku merasakan gejala pusing dan sakit perut. "Sakit pusing sama perut, ya kemarin makan MBG," ucap N kepada detikJateng di sekolah, Sabtu (15/8/2026) siang.

Salah seorang orang tua, Asih, mengungkapkan anaknya kemarin memang makan nasi dan nuget dari paket MBG. Setelah pulang mengalami gejala pusing terus muntah-muntah.

"Pusing terus muntah-muntah, diare, penyebabnya tidak tahu. Hari ini katanya banyak yang tidak masuk, hari ini masih pusing, " tuturnya.

"Kemarin diperiksakan ke bidan terdekat. Alhamdulillah ini sudah membaik," imbuh dia.

Terpisah, Camat Cawas, Joko Purwanto, mengonfirmasi ada kejadian tersebut. Joko menyebut, penyebabnya belum jelas karena baru sebatas indikasi.

"Ngih, cuma indikasinya karena makanan atau bukan. Ini saya sudah minta ke kepala puskesmas untuk cek sampel makanannya dan saya minta untuk dipantau kondisi siswanya," jelasnya lewat pesan singkat.



(aku/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads