Ratusan warga Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten di sekitar simpang empat Jetis, Jalan Jogja-Solo menggelar upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus. Bukan di lapangan atau halaman kantor desa tapi di tengah simpang empat Jalan Jogja-Solo, Desa Jetis, Kecamatan Klaten Selatan.
Warga dari berbagai usia dan kalangan berbaur tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Ada petani, pelajar, pemuda, ASN bahkan anak-anak muda dengan tato di tubuh dan skateboard ikut juga.
Menjelang detik-detik proklamasi, warga mulai mendekati simpang empat. Arus lalu lintas dari arah Solo maupun Yogyakarta dihentikan sementara. Warga memenuhi simpang empat membentuk baris lingkaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu sirine dibunyikan, warga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan hormat bendera. TNI, Polri, Relawan, Linmas yang mengatur lalu lintas menghentikan aktivitasnya.
Para pengguna jalan raya juga mematikan mesin. Ada yang turun dari sepeda motor, berdiri dengan sikap tegak ikut menyanyikan lagu kebangsaan dan menghormati bendera.
"Ini pertama kali, peserta sekitar 200-300 orang dari desa sekitar sini. Dari unsur petani ada, ibu PKK ada, anak muda, bahkan teman-teman yang bekerja di proyek, kita juga ajak pengguna jalan," kata koordinator acara, Anggun Nasir, kepada wartawan di lokasi, Minggu (17/8/2026) siang.
Anggun menyatakan, upacara tersebut dilakukan untuk mengajak semua elemen, termasuk pengguna jalan memperingati HUT ke-81 RI. Agar ingat jasa para pahlawan.
Suasana upacara 17 Agustus di simpang 4 Jalan Jogja-Solo, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Senin (17/8/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng |
"Agar semua kita ingat, kita bisa seperti sekarang ini karena jasa pahlawan. Untuk itu mengajak berhenti sejenak memberikan penghormatan," lanjut Anggun.
Semua prosesi, kata Anggun, hanya sekitar dua menit karena lokasi di jalan raya. Harapannya semua masyarakat ingat akan kemerdekaan dan bendera merah putih.
"Harapannya kita ingat punya bendera merah putih, kita satu bangsa," terangnya.
Toni, pengguna jalan, mengaku kaget ada upacara bendera di tengah jalan. Namun dirinya menyambut baik kegiatan tersebut.
"Ya menurut saya bagus lah. Kadang orang di jalan lupa hari ini HUT RI, mau ke lapangan juga tidak mungkin ikut upacara," katanya kepada detikJateng di lokasi.
"Mengganggu sih enggak karena cuma sebentar, juga nunggu traffic light. Nyatanya yang naik kendaraan juga pada ikut berdiri hormat," lanjut Toni.
Upacara HUT RI tingkat kabupaten dipusatkan di alun-alun diikuti semua elemen masyarakat dan Forkompimpda. Di tingkat kecamatan juga digelar serentak.

