Nasib Ribuan Ikan Nila yang Disebar Mahasiswa KKN di Kudus

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 17 Agu 2026 10:00 WIB
Ilustrasi ikan nila. Foto: dok. detikcom
Solo -

Mahasiswa Universitas Negeri Islam (UIN) Sunan Kudus yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus, viral lantaran menyebarkan 1.500 bibit ikan nila yang diketahui merupakan spesies ikan invasif. Begini nasib ikan nila yang disebarkan para mahasiswa ke sungai.

Koordinator KKN Desa Jurang UIN Sunan Kudus, Muhammad Ainal Misbah, mengatakan ikan-ikan itu dibiarkan di sungai. Sebab, jika diambil lagi sudah tidak memungkinkan.

"Ikan nggak diambil lagi, sudah nggak bisa," jelasnya saat dihubungi, Jumat (14/8/2026).

Misbah mengaku dirinya sudah dipanggil kampus untuk dimintai klarifikasi serta kronologinya. Ia menyampaikan permintaan maaf atas kejadian itu.

"Kami sudah dipanggil juga dari lembaga kampus, dimintai klarifikasi, kronologinya, kemudian ditanya evaluasi pihak kampus sama dosen biologi," jelasnya.

Misbah berujar, insiden ini bakal menjadi pembelajaran bersama. Ia berharap ke depannya tidak ada lagi yang menyebarkan spesies ikan invasif ke sungai.

"Setelah ini tadi permintaan Pak Kades video waktu nyebar ikan tidak boleh take down tujuannya menjadi pembelajaran ini lo yang salah," ujarnya.

Berawal Bersih-bersih Sungai

Misbah melanjutkan, kegiatan tersebut dilakukan rombongannya pada Minggu (9/8) lalu. Ia bercerita saat itu, KKN di Desa Jurang tengah melaksanakan agenda bersih-bersih sungai dan membuat pelang larangan membuang sampah di sungai maupun menangkap ikan dengan alat setrum.

"Pada hari Minggu (9/8) ada kegiatan bersih-bersih kemudian saya dapat bantuan dari Kepala Desa, dikasih uang untuk membelikan bibit, karena pada malamnya sudah koordinasi dengan pemerintah desa kalau kami mau melakukan penyebaran ikan tapi belum tahu jenis ikannya," kata dia.

Saat itu, kelompok KKN itu berembug dengan kepala desa setempat soal jenis ikan yang bisa disebarkan.

"Kemudian kepala desa memberikan tawaran mau dibantu apa, setelah ditawari, kami bilang 'ikan yang disebarkan apa pak?' Rekomendasi dari Pak Kades itu yang penting tidak ikan lele," tutur Misbah.

"Jadi untuk nila mikir kami masih diperbolehkan, masih aman," lanjutnya.

Setelah dijanjikan bantuan, Misbah berkata dirinya langsung mencari informasi penjualan ikan di media sosial. Pasalnya, kegiatan tersebut digelar sore harinya.

"Itu siang kami dikasih uang, sore untuk disebarkan di sungai. Dalam waktu singkat kan tidak mungkin mencari bibit sesuai di sungai. Solusinya nila itu. Akhirnya saya belikan nila cari info di media sosial," ujarnya.

Sore harinya, mahasiswa KKN bersama pemerintah desa kemudian bersama-sama menebar ikan nila tersebut.

"Hingga sorenya dilakukan penyebaran bersama Ibu PKK, ada pemerintah desa juga. Kita berkolaborasi," ujarnya.

Mengaku Tidak Tahu Jenisnya Invasif

Misbah menuturkan, kelompok KKN mereka tidak tahu bahwa nila termasuk jenis ikan invasif. Karena itu, dirinya meminta maaf.

"Kami murni tidak tahu soal, jenis ikan tersebut. Jadi tidak tahu kalau itu ternyata merusak sistem. Karena program kami itu bukan hanya penyebaran ada bersih sungai dan pembuatan pelang tersebut," ungkap dia.

Misbah menambahkan ia bersama rombongan KKN UIN Sunan Kudus telah melaksanakan kerja nyata ini selama 13 hari dan sampai akhir Agustus 2026 ini. Programnya mulai pemberdayaan desa dan ekoteologi.

"Untuk ekoteologi bersih sungai dan pembuatan pelang. Pemberdayaan desa kita edukasi pembuatan edukasi produk halal dan pembuatan Google maps, terus ada bimbingan belajar, sampai pelatihan ecoprint," tambah Misbah.

Dihubungi terpisah, Humas IAIN Kudus, Taqiyusinna mengaku masih mendalami kejadian tersebut. Termasuk meminta konfirmasi para mahasiswa.

"Soal ini masih kami konfirmasi," jawab singkat Yusi saat dihubungi.

Diketahui, aksi mahasiswa itu viral setelah diunggah di akun X Mas Hara.

"Keren banget nih mahasiswa tanpa riset langsung sebar ikan invasif," tulis narasi di postingan akun tersebut seperti dilihat detikJateng, Jumat (14/8).



Simak Video "Video: Kata Polisi Soal Viral Rumah di Kudus Dibongkar OTK"

(apu/apu)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork