Heboh Aksi Mahasiswa KKN Tebar Ribuan Ikan Invasif Berujung Minta Maaf

Heboh Aksi Mahasiswa KKN Tebar Ribuan Ikan Invasif Berujung Minta Maaf

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 16 Agu 2026 06:00 WIB
ScreenshotTangkapan layar mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus menebar ikan nila ke sungai Desa Jurang Kecamatan Gebog
Tangkapan layar mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus menebar ikan nila ke sungai Desa Jurang Kecamatan Gebog (Foto: dok. tangkapan layar X Mas Hara)
Solo -

Rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Kudus (UIN Kudus) yang bertugas di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, menjadi sorotan setelah menebar 1.500 ekor ikan nila ke sungai. Ikan yang ditebar tersebut belakangan diketahui merupakan jenis invasif yang rentan membahayakan eksistensi ikan lokal.

Aksi tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun X Mas Hara pada 12 Agustus. Dalam unggahan itu disebutkan mahasiswa KKN menebar bibit ikan tanpa melakukan riset terlebih dahulu.

"Keren banget nih mahasiswa tanpa riset langsung sebar ikan invasif," demikian unggahan akun X Mas Hara pada 12 Agustus, dikutip detikJateng Jumat (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator KKN Desa Jurang UIN Sunan Kudus, Muhammad Ainal Misbah, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (9/8). Awalnya, mahasiswa melakukan kegiatan bersih-bersih sungai, membuat plang larangan membuang sampah di sungai, serta menangkap ikan menggunakan setrum bersama pemerintah desa.

"Pada hari Minggu (9/8) ada kegiatan bersih-bersih kemudian saya dapat bantuan dari Kepala Desa, dikasih uang untuk membelikan bibit, karena pada malamnya sudah koordinasi dengan pemerintah desa kalau kami mau melakukan penyebaran ikan tapi belum tahu jenis ikannya," kata Misbah saat dihubungi lewat sambungan telepon.

ADVERTISEMENT

Ia kemudian mengatakan pemerintah desa menawarkan bantuan untuk kegiatan tersebut. Saat ditanya jenis ikan yang akan ditebar, kepala desa menyarankan agar bukan ikan lele.

"Kemudian kepala desa memberikan tawaran mau dibantu apa, setelah ditawari, kami bilang 'ikan yang disebarkan apa pak?' Rekomendasi dari Pak Kades itu yang penting tidak ikan lele," lanjutnya.

Berbekal saran tersebut, mahasiswa kemudian berembuk mengenai jenis ikan yang akan ditebar. Saat itu, mereka belum menentukan jenis ikan.

"Jadi untuk nila mikir kami masih diperbolehkan, masih aman," jelasnya.

Misbah kemudian mencari bibit ikan yang bisa diperoleh dengan cepat karena ikan tersebut akan ditebar pada sore hari. Ia akhirnya memilih ikan nila.

"Itu siang kami dikasih uang, sore untuk disebarkan di sungai. Dalam waktu singkat kan tidak mungkin mencari bibit sesuai di sungai. Solusinya nila itu. Akhirnya saya belikan nila cari info di media sosial," ujarnya.

Pada sore harinya, mahasiswa KKN bersama pemerintah desa menebar ikan nila tersebut ke sungai.

"Hingga sorenya dilakukan penyebaran bersama Ibu PKK, ada pemerintah desa juga. Kita berkolaborasi," ujarnya.

Setelah mengetahui kegiatan tersebut viral dan mendapat sorotan karena ikan yang ditebar merupakan jenis invasif, Misbah menyampaikan permohonan maaf.

"Kami mohon maaf atas kekeliruan kami, kami murni tidak tahu soal (jenis ikan)," ucap Misbah.

Ia menyebut kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa KKN. Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Ini menjadi sebuah evaluasi dan pembelajaran buat kami, buat contoh untuk teman-teman tidak membuat kesalahan yang sama, jadi sebelum melakukan kegiatan melakukan riset dulu," terang dia.

Terpisah, Humas IAIN Kudus Taqiyusinna mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian tersebut, termasuk meminta konfirmasi kepada mahasiswa yang terlibat.

"Soal ini masih kami konfirmasi," jawab singkat Yusi saat dihubungi.

Bisa Ancam Ikan Lokal

Pengamat lingkungan sekaligus Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Muria, Hendi Hendro, menilai tujuan mahasiswa KKN tersebut sebenarnya baik. Namun, menurutnya, ada dampak ekologis yang perlu diperhatikan dari penebaran ikan nila di perairan bebas.

"Tujuannya sebenarnya baik, kelak hewan yang disebar nanti bila sudah besar dapat dipanen masyarakat untuk menambah pendapatan dan meningkatkan gizi," tuturnya.

Hendi menjelaskan ikan nila bukan merupakan ikan asli Indonesia, melainkan berasal dari Afrika Timur. Menurutnya, ikan tersebut tergolong agresif dan cepat berkembang biak.

"Tidak disadari bahwa ikan nila adalah bukan ikan asli Indonesia, tapi dari Afrika Timur, nama ilmiahnya Oreochromis niloticus, termasuk ikan jenis ikan invasif, agresif, cepat berkembang biak, bisa hidup di segala habitat, termasuk kompetitor kuat, seperti ikan lele, gabus dsb," jelasnya.

Menurut Hendi, penebaran ikan nila secara bebas dapat mengancam keberadaan ikan lokal yang sudah hidup di sungai.

"Dampaknya kalau disebar di perairan bebas (kecuali dibudidayakan dengan keramba, kolam atau balong) bisa mengancam keberadaan ikan lokal, seperti wader, tawes, nilem, sepat. Ikan-ikan tersebut bisa kalah dan punah," terang dia.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Hendi menyarankan sejumlah langkah, salah satunya menekan populasi ikan nila di ekosistem.

"Lakukan penjaringan secara masif, jangan disetrum, ambil ikan nilanya, lepas jenis ikan lainnya yang tertangkap," jelasnya.

Langkah berikutnya, kata dia, dapat dilakukan dengan memanfaatkan predator atau musuh alami ikan nila, seperti ikan gabus, ikan kutuk, dan ikan lele dumbo. Namun, cara tersebut harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan baru.

"Ini harus hati-hati jangan malah ikan tadi kemudian hari malah menimbulkan masalah baru," jelasnya.

Hendi juga menyarankan penebaran ikan lokal secara rutin agar populasinya berkembang. Selain itu, perlu dilakukan restorasi habitat dengan menyediakan tempat bertelur bagi ikan lokal.

"Jaga kualitas air, karena ikan lokal sangat resisten pada air yang tercemar atau kotor," jelasnya.

Ia meminta segera dilakukan penangkapan kembali ikan nila yang telah ditebar sebelum ikan tersebut berkembang semakin besar.



(aku/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads