Kisah di Balik Pengantin Tajir Bermahar Ekskavator di Grobogan

Terpopuler Sepekan

Kisah di Balik Pengantin Tajir Bermahar Ekskavator di Grobogan

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 16 Agu 2026 13:23 WIB
Penampakan mahar alat berat dan sejumlah kendaraan terparkir di halaman sisi timur rumah mempelai wanita wilayah Dusun Larangan, Ketro, Karangrayung, Grobogan, Senin (10/8/2026).
Penampakan mahar alat berat dan sejumlah kendaraan terparkir di halaman sisi timur rumah mempelai wanita wilayah Dusun Larangan, Ketro, Karangrayung, Grobogan, Senin (10/8/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Grobogan -

Video bernarasi pernikahan 'sultan' di Grobogan dengan mahar senilai miliaran rupiah dalam bentuk alat berat dan sejumlah kendaraan viral di media sosial. Ada sejumlah cerita di balik pemberian mahar dengan nilai fantastis itu.

Video tersebut diunggah salah satunya oleh akun Instagram @undercover.id. Dalam narasinya, akun tersebut merinci sejumlah kendaraan yang dijadikan mahar dan seserahan.

"Tak main-main, iring-iringan seserahan dan mahar fantastis yang dibawa mencakup satu unit alat berat ekskavator, mobil hitam, Honda Brio kuning lemon, serta dua sepeda motor berupa Vespa dan KLX," tulis akun itu dilihat detikJateng pada Senin (10/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait kabar itu, detikJateng menemui langsung pasangan penatin baru itu. Ada sejumlah fakta menarik terkait cerita mahar itu.

ADVERTISEMENT

Mahar Ekskavator hingga Mobil

Peristiwa itu merupakan pernikahan Rico Putra Roberto Syah (23) dan Laella Nur Fadhilah (20). Rico membeberkan maharnya yang diberikan kepada pujaan hatinya.

"(Maharnya ada) satu unit ekskavator, satu unit GWM Tank, satu unit Honda Brio, satu unit Yamaha YZ sama Vespa Primavera. Uang tunai kemarin dua juta sekian sesuai tanggal pernikahan," kata Rico, Senin (10/8/2026).

Rico menyebut ekskavator tersebut bernilai ratusan juta rupiah. Ditambah dengan dua unit mobil dan dua unit motor lain, harganya mencapai miliaran rupiah.

Rico mengungkapkan ekskavator yang ia beli memiliki harga kisaran Rp 400 juta. Sementara untuk dua mobil, harganya jika ditotal sekitar Rp 1 miliar.

"Ekskavator XE60GA harganya sekitar Rp 400 an (juta). GWM sekitar Rp 700-800 (juta), terus Honda Brionya kemarin Rp 220 (juta)," ujar Rico.

Ada pula dua unit sepeda motor yang turut dijadikan mahar berjenis motor off-road serta skuter matik. Jika ditotal, hanya lebih dari Rp 170 juta.

"(Sepeda motor) Yamaha YZ itu Rp 108 (juta) kemarin. Vespanya Rp 65 (juta), vespa matik Primavera," tambahnya.

Kenalan dari Medsos

Hal tersebut diceritakan oleh Rico saat ditemui detikJateng di kediaman mempelai wanita, Dusun Larangan, Ketro, Karangrayung, Grobogan. Mereka saling mengenal akhir tahun lalu.

"Kenal itu November 2025, lewat sosial media," kata Rico, Senin (10/8/2026).

Rico tak merinci media sosial apa yang digunakan mereka untuk berkenalan. Namun, perkenalan itu berlanjut hingga ia melamar Laella tanpa pacaran.

"Terus ya kenal, dekat, dekat, terus 11 Februari lamaran, cari tanggal menikah, Agustusnya menikah. (Prosesnya) dekat, dekat, terus tak lamar gitu, enggak ada kata pacaran," ucap Rico.

Rico menuturkan bahwa ia merasa tentram saat berada di dekat istrinya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa hanya butuh waktu tiga bulan dari perkenalan hingga proses lamaran.

"Kalau saya dekat sama istri itu rasanya ya kayak tenang, ayem kayak gitu. Ya sudah klik," jelas Rico.

Sementara itu, Laella mengatakan bahwa saat awal berkenalan dengan Rico, ia sedang berada di Jakarta. Setelah ia kembali, Rico kerap menemui dirinya.

"Baru kenal November. Saya kan dulu di Jakarta ya, kenal dari sosmed. Terus saya pulang sering nyamperin gitu kan," ujar Laella.

Setelah Laella menemukan kecocokan di antara keduanya, mereka lalu meneruskan ke jenjang yang lebih serius yaitu lamaran. Ia juga merasa Rico merupakan sosok yang bertanggung jawab.

"Karena udah sama-sama ngerasa cocok sih, Pak, makanya saya berani nerima lamarannya terus pilih tanggal buat menikah. Masnya sendiri juga bertanggung jawab, mengusahakan, makanya saya berani, saya iya, saya ambil gitu lamarannya," ucap Laella.

Bisnis Rental Alat Berat

Mahar berupa ekskavator memang tidak lazim. Namun, Rico punya alasan khusus dalam memberikan mahar tersebut. Ternyata, Rico selama ini berbisnis persewaan alat berat.

"Mahar ini sebagai simbol menghargai dan mampu menghidupinya, sebagai tanda rasa kasih sayang," kata Rico.

"Ekskavator itu disewakan, pendapatan itu buat istri nanti," tambahnya.

Rico mengaku menekuni bisnis itu sejak lulus SMA. Saat mengawali usahanya, Rico tidak langsung membeli alat berat untuk disewakan. Ia sempat menjadi makelar alat berat milik temannya.

"Pinjem punya temen tak (saya) rentalke dapat untung sehari ya Rp 200-250 (ribu) kayak gitu. Terus dari situ lama-kelamaan saya punya pikiran buat beli sendiri," ujar Rico.

Rico kemudian dimodali orang tuanya yang merupakan kontraktor untuk membeli alat berat. Usahanya terus berkembang hingga ia bisa membeli alat berat lagi.

"Ditawarin pengin kerja di mana atau pengin jadi apa tak modali kayak gitu (kata orang tua). Terus modale saya minta buat beli alat berat itu 2023. 2024 itu sudah bisa beli lagi satu, selang setahun setengah lah kurang lebih, 2024 bulan September itu," ungkap Rico.

Rico mendapatkan untung berkali-kali lipat saat sudah punya alat berat sendiri. Ia menyewakan alat berat hingga ke luar Grobogan.

"Kalau (keuntungan bersih ya itu satu Rp 1 juta per hari satu alat berat. (Disewakan) kadang perorangan, proyek, rata-rata seringnya perorangan," tutur Rico.

"Buat gali talud, gali apa, buat kolam kayak gitu. Sampai luar kota juga, (misalnya) Blora. Yang satu ini juga lagi di Kendal, sudah dua bulan belum pulang ini," imbuhnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Terpopuler Sepekan: Spanyol Juara Dunia Sampai Eks Jampidsus Febrie Ditahan"
[Gambas:Video 20detik] (ahr/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads