Pipa Tersambung, Pasokan Air PDAM di Cawas Klaten Berangsur Normal

Pipa Tersambung, Pasokan Air PDAM di Cawas Klaten Berangsur Normal

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Sabtu, 15 Agu 2026 14:27 WIB
Pipa besi PDAM di Cawas sudah selesai dipasang di dekat jembatan Cawas.
Pipa besi PDAM di Cawas sudah selesai dipasang di dekat jembatan Cawas. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Warga di beberapa desa di Kecamatan Cawas, Klaten mulai lega mendapatkan air bersih. Pasokan air PDAM Tirta Merapi yang macet karena putusnya pipa di proyek jembatan Cawas kini mulai pulih.

"Nggen kulo pun mili wiwit enjing niki (tempat saya sudah mengalir mulai pagi tadi)," ungkap warga Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Wagiman kepada detikJateng di lokasi pipa jebol, Sabtu (15/8/2026) siang.

Menurut Wagiman setelah tiga hari air macet, warga sempat bingung. Namun sebagian menggunakan sumur lama yang masih ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau tempat saya menggunakan sumur lama. Untuk minum memang dari PDAM, mandi dan cuci dari sumur timba," katanya.

ADVERTISEMENT

Ia menyatakan, karena masih punya sumur lama kesulitan air sedikit teratasi. Untuk air minum dari PDAM sudah mengalir tapi belum maksimal.

"Sudah mengalir tapi untuk ngisi tandon belum bisa. Baru untuk kebutuhan biasa," lanjut Wagiman.

Warga Desa Cawas, Kecamatan Cawas, Yanto mengatakan hari ini pipa sudah tersambung. Namun air belum sampai ke rumahnya.

"Hari ini belum, yang Bawak sudah mengalir mungkin karena dekat. Sudah empat hari tidak ada air, sumur lama sudah bau," kata Yanto kepada detikJateng di jalan Cawas.

Di lokasi pipa putus, dari pantauan detikJateng pipa sudah tersambung. Pipa yang semula dengan paralon PVC diganti dengan pipa besi.

Alat berat yang digunakan untuk pemasangan pipa sudah tidak ada di lokasi. Petugas PDAM juga tidak terlihat di lokasi.

Sebelumnya diberitakan, warga di beberapa desa di Kecamatan Cawas, Klaten mengalami krisis air bersih. Penyebabnya pipa distribusi di Jembatan Cawas yang sedang dibangun jebol.

"Air mati sudah tiga hari ini. Penyebabnya pipa jebol, kemarin sudah disambung tapi putus lagi," ungkap Sabarno, warga Dukuh Nglengkong, Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas, Kamis (13/8).

Menurut Sabarno, sampai sejauh ini belum ada bantuan kepada warga di dukuhnya. Program Pamsimas juga tidak ada.

"Program Pamsimas juga tidak ada. Sumur lama juga sudah tidak dipakai sejak lama, sudah tidak bisa dipakai," katanya.

PDAM Tirta Merapi Klaten mengaku sedang berupaya mengganti pipa tersebut untuk memulihkan pasokan di sekitar 2.000 pelanggan.

"Sejak tadi pagi kita mulai lakukan perbaikan. Untuk kemarin kita memang fokus ke persiapan alat," kata Direktur Teknik PDAM Tirta Merapi Klaten, Sigit Setiawan Bimantoro, saat dihubungi detikJateng lewat telepon.

Sigit mengatakan, pipa PVC itu diganti dengan pipa besi atau GI karena tanah di lokasi mudah longsor.

"Kondisi di lapangan tanah mudah longsor, sehingga pipa yang semula PVC kami harus ganti dengan pipa besi atau GI. Apalagi pipanya pipa besar," ujar dia.

Sigit menjelaskan, pipa itu berdiameter 30 sentimeter. Pemasangannya harus menggunakan alat berat.

"Pipa besi sudah datang, alat berat juga sudah. Ini sudah kita mulai eksekusi, mohon doanya segera selesai," kata Sigit.



(apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads