Kala Kepala SPPG di Karanganyar Keracunan Saat Cicipi Menu MBG

Kala Kepala SPPG di Karanganyar Keracunan Saat Cicipi Menu MBG

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 14 Agu 2026 05:02 WIB
Ilustrasi MBG di Kota Tarakan.
Ilustrasi MBG. Foto: (Oktavian Balang/detikKalimantan)
Solo -

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Desa Jati, Jaten, Karanganyar, sempat mual hingga muntah saat mencicipi salah satu menu makan bergizi gratis (MBG). Ayam yang menjadi menu itu dibuang setelah diketahui tidak layak dikonsumsi.

Abra Yodha Raya menceritakan kejadian yang menimpanya pada Rabu (12/8), usai SPPG menerima laporan dari tim dapur bahwa menu ayam remah yang diolah berbau mencurigakan. Dia pun berinisiatif mencicipi sebelum menunya dibagikan.

"Saya dapat laporan dari dapur, dari chef-nya bilang 'Pak ini coba dirasakan sama dibau, ini kalau dari saya ada agak aneh'. Ahli gizi juga sudah merasakan, laporan ke saya, terus saya turun tangan," kata Abra saat ditemui detikJateng di SPPG Jati, Jaten, Karanganyar, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya Dirinya yang Mual-Muntah

Saat pencicipan itu, ada 10 yang ikut. Namun, hanya Abra yang mengalami mual hingga muntah.

ADVERTISEMENT

"Kalau saya kemarin iya (muntah-muntah) sama mual dan pusing. Yang mencicip ada saya, pengolahan tuh semua, ada ahli gizi, jadi sekitar 10 orang. Yang lain nggak apa-apa," ucapnya.

"Rasa itu enak, karena apa? Ketutup rempah, tapi dari aroma nggak bisa dibohongi, Mas. Aromanya memang beda, agak kecut gitu. Kalau di organoleptik itu ada 1 sampai 5 nggih, itu kita kasih nilai 2, jadi rendah. Makanya dari situ uji organo yang tidak masuk, otomatis saya merasakan gitu," sambungnya.

Abra kemudian menduga mual hingga muntah tersebut disebabkan dia sebelumnya menjalani banyak aktivitas. Sehingga, dia kecapekan.

"Mungkin bisa jadi itu karena saya sorenya habis sepakbola pol-polan sampai lemas terus paginya kan jaga di sini, jadwal piket juga di sini. Kalau piket otomatis nggak tidur, nah mungkin efek itu juga bisa," terangnya.

Ia melanjutkan, menu ayam rempah itu dimasak untuk batch dua sebanyak 300 porsi. Begitu ada temuan ayam rempah berbau aneh, distribusinya langsung dibatalkan.

"Menu ayam rempah cuma beberapa baskom, satu sampai dua baskom tadi, cuma 300-an porsi. Batch pertama juga 300 penerima dan itu aman. Jadi yang bermasalah itu yang kedua, batch kedua itu belum kita bagikan," tegasnya.

Dirinya mengakui memang sebanyak 300 porsi yang sudah dibagikan ditarik kembali. Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi dari SPPG.

"Batch pertama. Jadi sudah ada yang dimakan, ada yang belum, itu pokoknya ditarik semua. Itu langkah antisipasi. Bukan itu yang bahaya nggak, tapi itu langkah antisipasi kami seperti itu. Jagani (berjaga-jaga)," bebernya.

30 Kg Ayam Rempah Dibuang

Abra melanjutkan, selain menarik lagi 300 porsi batch 2, ayam rempah yang sudah dimasak sebagai menu MBG itu langsung dibuang atau dimusnahkan. Ia menyebut kerugian akan ditanggung pihak mitra.

"Ya dibuang, semua dimusnahkan, kalau kerugian dari mitra yang menanggung," terang Abra.

"Ada sekitar 30 kiloan lah yang bermasalah. Ayamnya campur baik paha atau sayap, tapi tidak dicampur ke yang batch satu nggih, cuma yang batch dua itu tok yang bermasalah," ucapnya.

Meski secara tampilan fisik terlihat segar saat dikirim oleh pemasok, aroma tidak sedap baru muncul ketika daging ayam mulai diolah dengan rempah-rempah.

"Ayam itu luarnya bagus, tapi kadang dalamnya kurang baik. Begitu dimasak, muncul bau sumuk atau asam. Secara rasa mungkin tertutup rempah, tapi dari aromanya tidak bisa dibohongi. Hasil uji organoleptik kami memberi nilai 2 dari skala 5, artinya rendah dan tidak layak," bebernya.

Buntut dari kejadian ini, pihak SPPG langsung mengambil langkah tegas terhadap pemasok (supplier) daging ayam tersebut. Meskipun sudah bekerja sama selama kurang lebih tiga bulan, kontrak pemasok tersebut langsung diputus.

"Langsung kami ganti hari ini (Kamis) juga. Kami tidak mau main-main dengan kualitas bahan pangan. Supplier baru sudah masuk untuk memastikan distribusi hari ini berjalan normal," pungkasnya.



(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads