Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Jaten, Karanganyar membuang puluhan kilogram ayam bermasalah dan membuat Kepala SPPG muntah-muntah. Sebanyak 30 kilogram ayam itu awalnya sudah dimasak ayam rempah untuk menu makan bergizi gratis (MBG).
Kepala SPPG Jati, Jaten, Karanganyar, Abra Yodha Raya, mengatakan masakan tersebut langsung dimusnahkan usai ketahuan tak layak konsumsi. Mengenai kerugian, Abra menyebut ditanggung oleh mitra.
"Ya dibuang, semua dimusnahkan, kalau kerugian dari mitra yang menanggung," katanya ditemui di SPPG Jati, Jaten, Karanganyar, Kamis (13/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abra menegaskan bahwa tindakan membuang 30 kg daging ayam tersebut merupakan prosedur standar operasional (SOP) demi menjamin keamanan pangan bagi penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah dan ibu hamil.
"Ada sekitar 30 kiloan lah yang bermasalah. Ayamnya campur baik paha atau sayap, tapi tidak dicampur ke yang batch satu nggih, cuma yang batch dua itu tok yang bermasalah," ucapnya.
Ia mengatakan, 300 porsi tersebut rencana akan dibagikan kepada siswa, ibu hamil, balita dan ibu menyusui. Beruntungnya, persoalan tersebut sudah diketahui sejak awal.
"Untuk batch dua dimasak pagi pukul 05.00 WIB, lalu ketahuan itu, rencana untuk 300 penerima," ucapnya.
Meski secara tampilan fisik terlihat segar saat dikirim oleh pemasok, aroma tidak sedap baru muncul ketika daging ayam mulai diolah dengan rempah-rempah.
"Ayam itu luarnya bagus, tapi kadang dalamnya kurang baik. Begitu dimasak, muncul bau sumuk atau asam. Secara rasa mungkin tertutup rempah, tapi dari aromanya tidak bisa dibohongi. Hasil uji organoleptik kami memberi nilai 2 dari skala 5, artinya rendah dan tidak layak," bebernya.
Buntut dari kejadian ini, pihak SPPG langsung mengambil langkah tegas terhadap pemasok (supplier) daging ayam tersebut. Meskipun sudah bekerja sama selama kurang lebih tiga bulan, kontrak pemasok tersebut langsung diputus.
"Langsung kami ganti hari ini juga. Kami tidak mau main-main dengan kualitas bahan pangan. Supplier baru sudah masuk untuk memastikan distribusi hari ini berjalan normal," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Desa Jati, Jaten, Karanganyar, Abra Yodha Raya, mual dan muntah usai mencicipi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan MBG pun batal dibagikan.
Hal itu terjadi pada Rabu (12/8) kemarin usai pihak SPPG mendapat laporan menu ayam rempah yang berbau aneh. Abra mengatakan, awalnya mendapat laporan dari tim dapur mengenai ayam rempah yang muncul bau mencurigakan. Mendapat laporan tersebut, dirinya berinisiatif mencicipi sebelum didistribusikan.
"Saya dapat laporan dari dapur, dari chef-nya bilang 'Pak ini coba dirasakan sama dibau, ini kalau dari saya ada agak aneh'. Ahli gizi juga sudah merasakan, laporan ke saya, terus saya turun tangan," kata Abra saat ditemui detikJateng di SPPG Jati, Jaten, Karanganyar, Kamis (13/8).
