Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Boyolali menjatuhkan sanksi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 5 Ngemplak terkait kejadian penemuan ulat pada daun selada di menu MBG PAUD/KB Kids Fun Education Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali.
"Itu ada sanksi tetapi sifatnya teknis. Kami dari Satgas (MBG) Kabupaten sudah kasih peringatan," kata Ketua Satgas MBG Boyolali yang juga Sekda Boyolali, M Syawalludin, saat ditemui di DPRD Boyolali, Kamis (13/8/2026).
Syawalludin mengatakan sanksi berupa peringatan atau teguran kepada SPPG itu berdasarkan keputusan dari Bidang Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena keputusannya dari BGN, bidang pengawasan, evaluasi dan pengawasannya begitu keputusannya. Jadi kami dari Satgas memberikan teguran. Kalau kewenangan suspend dan nggak, diberhentikan (atau) nggak, wilayahnya BGN, bukan di kami," ujar dia.
"Tapi langsung kami berikan surat teguran. Satu teguran, yang kedua juga segera memperbaiki saran-saran dari Tauwas (pemantauan dan pengawasan) dari BGN," sambungnya.
Syawalludin menambahkan terkait kejadian itu pihaknya juga sudah membuat surat ke Korwil maupun Tauwas. Kemudian memberikan peringatan kepada SPPG 5 Ngemplak, baik ke pihak mitra maupun kepala SPPG.
"(Surat peringatan ke) SPPG 5 Ngemplak. Ke mitra maupun ke kepala SPPG," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, ulat pada daun selada itu ditemukan di menu MBG di PAUD/KB Kids Fun Education Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, Selasa (14/7). Ulat kecil yang masih berupa belatung itu masih hidup saat ditemukan.
"Tidak hanya kali ini saja. Sudah tiga kali ini," ungkap pengelola PAUD/KB Kids Fun Education Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, Dewi Ritaningsih, Selasa (14/7).
Dari beberapa video yang diterima detikJateng, ulat tersebut tampak ada di daun selada. Di video lainnya, ulat tampak berada di food tray atau nampan MBG. Ulat itu pun tampak masih hidup dan berjalan merambat.
Dewi mengemukakan, pihaknya langsung menghubungi pihak SPPG atau dapur MBG. Pihak SPPG juga mendatangi PAUD Kids Fun Education di Desa Gagaksipat tersebut.
"Saya curiga, ini (ulat) mungkin dari daun selada," kata dia.
Dewi mengungkap, temuan ulat itu sudah yang ketiga kali ini. Namun dalam temuan sebelumnya, ulat tersebut langsung dibunuh. Tetapi temuan adanya ulat itu juga dilaporkan ke pihak SPPG sebagai catatan.
"Pertama kita ingatkan dulu, (temuan) yang kedua ditulis dilaporan. Karena setiap hari kita dikasih tulisan, hari ini menunya bagaimana, pendapat apa, ditulis disitu," imbuh dia.
Lebih lanjut Dewi mengungkapkan, bahwa temuan ulat di daun selada ini tak hanya di PAUD yang dikelolanya. Tetapi pihaknya juga mendapat laporan, bahwa di MIM Pandeyan juga ditemukan hal yang sama.
"Ini dari sekolah lain juga ada kasus yang sama," tambahnya.
Dikatakan Dewi, sekolah tersebut juga mendapat MBG dari SPPG yang sama.
Kepala Dinkes Boyolali, FX Kristandyoko, mengatakan pihaknya telah mendatangi langsung ke SPPG tersebut. Berdasarkan hasil klarifikasi ulat tersebut merupakan ulat sayuran yang biasa terdapat di selada.
"Ulat sayuran yang biasa terdapat di selada, karena pencucian yang kurang bersih," kata Kepala Dinkes Boyolali, FX Kristandyoko, kepada wartawan, Rabu (15/7).
