Momen Menegangkan Evakuasi Macan Kumbang di Batang

Momen Menegangkan Evakuasi Macan Kumbang di Batang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Kamis, 13 Agu 2026 16:46 WIB
Evakuasi macan kumbang nyelonong ke Gunungsari Batang, Rabu (12/8/2026).
Evakuasi macan kumbang nyelonong ke Gunungsari Batang, Rabu (12/8/2026). Foto: dok. Polsek Bawang
Semarang -

Seekor macan kumbang sempat bikin gempar warga di Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Batang. Berikut momen evakuasi binatang buas itu.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng), Dyah Sulistyari, menerangkan mulanya pihaknya mendapat laporan terkait adanya hewan liar itu di permukiman pada Rabu (12/8). Pihaknya pun mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan sendiri karena macan kumbang merupakan satwa yang dilindungi.

Kemudian BKSDA berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengamankan lokasi. Dari Semarang, tim BKSDA berangkat pada pukul 08.00 WIB dengan membawa sejumlah alat pengamanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sampai kantor sekitar jam 07.00 WIB, 07.30 WIB itu kami persiapan, jam 08.00 WIB kami berangkat dari sini dengan peralatan," kata Dyah saat ditemui di kantornya di Kecamatan Semarang Barat, Kamis (13/8/2026).

ADVERTISEMENT

Rombongan petugas BKSDA pun sampai di Batang pada pukul 09.30 WIB. Mereka lalu menuju ke lokasi pada pukul 10.00 WIB. Evakuasi bisa dilakukan dengan catatan warga lebih dulu diamankan. Sebab, kondisi di sekitar lokasi sangat ramai.

Selanjutnya, petugas BKSDA melakukan observasi untuk memetakan berbagai kemungkinan pergerakan macan. Satwa itu berhasil ditemukan di pojok barat rumah warga.

"Kita mengecek kondisinya rumah seperti apa, pintunya terbuka tidak, bahaya atau tidak, nanti kalau kita lakukan tindakan dia lari ke mana, loncat ke mana, kita hitung dulu, terus memposisikan oh macan itu ada di posisi mana. Akhirnya ketemu macan ada di sisi barat pojok rumah," sebutnya.

Petugas pun sempat mendengar erangan macan. Mereka lalu menyiapkan alat bius.

"Akhirnya dari suara eraman macan itu, 'oh ada di situ'. Kita cek betul posisinya ada, siapkan alat bius," terangnya.

Pembiusan dilakukan dengan menembak macan sebanyak dua kali. Adapun obat bius yang berhasil masuk ke tubuh macan hanya satu.

"Langsung kita lakukan pembiusan. Dua kali tembakan bius itu yang masuk satu," sebutnya.

Usai terpengaruh obat bius, macan itu pun tertidur. Tim kemudian mengevakuasi satwa dilindungi itu ke kandang.

"Satu tembakan bius yang masuk, akhirnya macan dinyatakan sudah tidak bergerak dan tertidur. Akhirnya kita langsung lakukan evakuasi, kita bawa ke kandang, angkut kita," ujarnya.

Macam jantan itu tidak langsung dibawa lantaran masih teler. Kurang dari 15 menit, hewan itu sadar dan dibawa ke Taman Safari Unit IV Batang Dolphin Center (BDC).

"Pertimbangan dokter kemarin, dokter Bongot dari Taman Safari sama dokter Sugi dari kita, bahwa kalau posisi masih nggliyeng itu nggak boleh dibawa. Nunggu dia sadar agak kepala diangkat berdiri. Akhirnya nggak nyampe 15 menit kita langsung jalan menuju ke Batang Dolphin Center," jelasnya.

Sesampainya di BDC, macan dirawat karena kaki kanannya terluka. Hingga kini satwa itu masih menjalani perawatan intensif.

"Di sana ada kliniknya, ada dokternya untuk dilakukan perawatan karena satwa ini ternyata kaki kanan depan itu luka. Sampai saat ini satwa masih di sana, lagi dilakukan observasi lanjutan," pungkasnya.



(ams/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads