Serunya 17-an Anak-anak Difabel di Magelang, Ada Lomba Make Up Bareng Ortu

Serunya 17-an Anak-anak Difabel di Magelang, Ada Lomba Make Up Bareng Ortu

Eko Susanto - detikJateng
Rabu, 12 Agu 2026 14:56 WIB
Lomba merias anak disabilitas yang dilakukan orang tuanya di Yayasan Disabilitas Nisrina Putri Bunda Magelang, Rabu (12/8/2026).
Lomba merias anak disabilitas yang dilakukan orang tuanya di Yayasan Disabilitas Nisrina Putri Bunda Magelang, Rabu (12/8/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Hiruk pikuk kemeriahan terdengar di Yayasan Disabilitas Nisrina Putri Bunda, Ngroto, Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Belasan anak disabilitas antusias mengikuti berbagai perlombaan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pantauan detikJateng, perlombaan yang digelar antara lain lomba lari kelereng, estafet bendera, makan kerupuk dan joget dengan balon. Kemudian yang paling seru lomba orang tua merias wajah anak dengan mata tertutup.

Meski peserta ini adalah anak-anak disabilitas yang memiliki keterbatasan, namun mereka terlihat antusias mengikuti berbagai perlombaan. Begitu juga saat giliran merias wajah anaknya, para orang tua tampak antusias.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka diberi aba-aba dengan merias wajah menggunakan bedak, terus pensil di alis dan terakhir bibir dengan lipstik. Kelucuan terlihat saat ada yang menggoreskan pensil alisnya melebar atau mengoleskan lipstik tidak pada tempatnya.

ADVERTISEMENT

Bagian terakhir, orang tua membuka penutup wajah melihat anak yang dirias. Saat itu, gelak tawa bersahutan dari orang tua yang wajah anaknya dirias.

Beragam respons ditunjukkan anak saat melihat hasil riasan orang tuanya. Ada yang merasa senang, lucu, tetapi ada juga yang murung hingga menangis.

"Lomba-lomba ini untuk memperingati HUT RI. Anak-anak disabilitas, berkebutuhan khusus yang rata-rata sudah lulus dari SLB. Dengan lomba-lomba ini biar anak-anak tahu peringatan 17 Agustus ini," kata Ketua Yayasan Disabilitas Nisrina Putri Bunda, Dewi Purwani, kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

Untuk jenis perlombaan, kata Dewi, meliputi lomba makan kerupuk, lari kelereng, balon berdua berduet, lomba make up orang tua dan anak.

"Ini tadi semua seru lomba-lombanya. Soalnya anak-anak terlihat Bahagia (termasuk orang tua), meriah sekali, happy sekali. Tapi, yang paling seru kayak berjoget sama make up," tutur Dewi.

"(Yang make up paling seru) Soalnya matanya (ortu) ditutup, terus tidak sesuai make up nggak kelihatan. Jadi, ada teng celoneh (coretan asal), kayak gitu jadi lucu sekali," sambungnya.

Jumlah peserta, kata Dewi, yang ikut berangkat ada 17. Pihaknya saling bekerja dengan orang tua siswa maupun pengurus lainnya.

"Sebenarnya anak kita ada 22, tapi yang berangkat 17 anak sama orang tuanya," kata dia.

Salah satu orang tua anak, Sri Lestari (47), mengaku ikut bahagia melihat anaknya ikut perlombaan dan sangat senang.

"Anak-anak bahagia, kita ikut bahagia. Alhamdulillah untuk anak-anak kompak, semangat mengikuti perlombaan ini," ujar Sri.

"Tahun lalu, kita pernah mengadakan. Lomba (make up) itu paling seru ya, itu lucu. Karena tidak terarah, mata kita ditutup, jadi betul-betul tidak bisa melihat (wajah). Jadi, asal tempel (coret) yang penting oke," imbuh Sri sambil tersenyum.

Kemudian pas mata dibuka melihat wajah anaknya, kata Sri, sempat terkejut dan mengira bukan anaknya yang dirias.

"Sempat terkejut dan kaget anak orang, saya dandani (rias). Kok rupanya kayak gitu ya," pungkasnya.



(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads