Sebuah rumah di Dusun Jeruk RT/RW 6, Desa Monggot, Geyer, Grobogan ludes terbakar. Satu orang tewas dalam peristiwa ini.
Kabid Damkar Satpol PP Grobogan, Silardi mengatakan peristiwa ini terjadi pada Selasa (11/8/2026) sore. Kejadian bermula saat pemilik rumah melihat asap dari kamar anaknya.
"Bapak Paiman pemilik rumah sedang memasak di dapur melihat asap dari kamar anaknya," kata Silardi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum kebakaran terjadi, Silardi menyebut pemilik rumah sempat melihat anaknya merokok. Puntungnya lalu dibuang ke tumpukan pakaian di dalam kamar.
"Pengakuan Bapak Paiman tadi anaknya sedang merokok dan putung rokoknya ditaruh di tumpukan pakaian anaknya di dalam kamarnya dan anaknya langsung pergi menghilang," ujar Silardi.
Pemilik rumah kemudian keluar meminta tolong, lalu bersama warga setempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Silardi menuturkan pemilik rumah yang sedang kalut karena kebakaran lupa bahwa istrinya yang sakit masih berada di kamarnya.
"Saking paniknya Bapak Paiman sampai lupa kalau di dalam kamarnya beliau ada istrinya yang sedang sakit dan jalannya pelan-pelan," terang Silardi.
Api yang begitu besar membuat pemilik rumah dan warga tidak bisa menolong Sujiatmi (65). Silardi mengatakan korban tidak terselamatkan dan ikut terbakar hingga tewas.
"Karena saking besarnya api, warga dan Bapak Paiman tidak bisa memadamkan apinya dan tidak bisa menolong istri Bapak Paiman yang di dalam kamar, dan akhirnya istri Bapak Paiman kebakaran di dalam kamar dan meninggal dunia," ungkap Silardi.
Warga setempat kemudian menghubungi anggota Satpol PP Purwodadi dan diteruskan ke Pos Damkar Induk Satpol PP Purwodadi. Pukul 16.07 WIB, satu unit truk pemadam dan satu unit truk tangki suplai diberangkatkan.
"Sampai di lokasi pukul 16.25 WIB, anggota damkar langsung melakukan penyemprotan atau pendinginan dengan air. Pemadaman selesai pukul 18.15 WIB," kata Silardi.
Selain menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp 80 juta. Harta yang dapat diselamatkan hanya satu unit sepeda motor dan satu sertifikat tanah.
"Penyebab kejadian puntung rokok punyanya anaknya yang sedang gangguan jiwa," pungkas Silardi.
(afn/afn)
