Awas! Gelombang Tinggi 4 Meter di Cilacap-Purworejo hingga 14 Agustus

Awas! Gelombang Tinggi 4 Meter di Cilacap-Purworejo hingga 14 Agustus

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 11 Agu 2026 18:01 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi di perairan Jawa Timur.
Foto: Gemini AI Ilustrasi gelombang tinggi.
Solo -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan soal potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah, khususnya di Cilacap, Kebumen, dan Purworejo. Gelombang diperkirakan mencapai 2,5-4 meter hingga 14 Agustus 2026.

Dilansir laman resmi BMKG hari ini, di perairan selatan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo, cuaca diprakirakan umumnya cerah berawan hingga berawan. Ketinggian gelombang laut berkisar antara 2,5 hingga 4,0 meter atau masuk kategori tinggi.

"Angin umumnya bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 3 hingga 22 knot," tulis BMKG, dikutip detikJateng, Selasa (11/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG menyatakan bahwa peringatan potensi gelombang tinggi di perairan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo, ini berlaku pada Selasa (11/8) hingga Jumat (14/8) pukul 07.00 WIB.

Adapun gelombang di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah berkisar 1,25-2,5 meter atau masuk kategori sedang. Peringatan gelombang sedang di Pantura berlaku pada Selasa (11/8) hingga Jumat (14/8) pukul 07.00 WIB.

ADVERTISEMENT

Pola angin di wilayah Perairan Kepulauan Karimun Jawa Bagian Barat, Perairan Kepulauan Karimun Jawa Bagian Timur, Perairan Pekalongan - Kendal, Perairan Semarang - Demak, Perairan Jepara dan Perairan Pati - Rembang umumnya bergerak dari Timur Laut - Tenggara dengan kecepatan 2 - 20 knot," tulis BMKG.

Puluhan Warung di Pantai Kebumen Rusak

Diberitakan sebelumnya, gelombang tinggi menerjang kawasan pesisir selatan Kabupaten Kebumen sejak kemarin malam hingga siang tadi. Akibatnya, sejumlah warung di kawasan Pantai Setrojenar dan Pantai Suwuk mengalami kerusakan.

Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Heri Purwoto, mengatakan dampak gelombang tinggi sejauh ini terdata di dua lokasi, yakni di Pantai Setrojenar di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantre, dan Pantai Suwuk di Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring.

"Untuk sementara di Pantai Setrojenar dan Suwuk. Dilaporkan di Setrojenar ada puluhan warung templek yang terdampak. Sementara di Pantai Suwuk masih dalam pengecekan petugas di lapangan," kata Heri saat dihubungi detikJateng, Selasa (11/8/2026).

Heri menjelaskan, gelombang tinggi tersebut melimpas hingga puluhan meter dari bibir pantai sejak Senin (10/8) malam hingga Selasa (11/8) siang.

"Sejak semalam sampai tadi. Air masuk ke daratan sekitar 30-an meter dari bibir pantai," jelasnya.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Fasilitas nelayan seperti kapal dilaporkan masih aman dari dampak gelombang. Kerugian materiil akibat kejadian ini masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan.

"Tidak ada korban jiwa. Belum ada laporan kapal karam, jadi hanya warung-warung templek itu. Untuk total kerugian masih pendataan," ujar Heri.

Menyikapi peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi gelombang tinggi di pesisir selatan, BPBD Kebumen mengimbau warga serta nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di area pantai.

"Dari BMKG ada peringatan gelombang tinggi di pesisir selatan yang saat ini sedang tinggi-tingginya. Kami mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di tepi pantai untuk berhati-hati, waspada, dan kalau bisa menjauh dari pantai untuk saat ini," imbaunya.

Sebagai tambahan informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jawa Tengah. Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.



(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads