Kedua siswa tersebut dibawa menuju RSUD Merah Putih sekitar pukul 13.55 WIB. Yang mana sebelumnya sudah ada tujuh siswa yang menjalani rawat inap.
"Iya (bertambah). Tadi tambahan 2 datang jam 13.55 WIB," kata Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, drg Rurit Obyantoro, dalam pesannya kepada detikJateng, Selasa (11/8/2026).
"Ini tambah 2 jadi 9. Semua harus mondok," sambungnya.
Sembilan yang menjalani rawat opname ini, kata Rurit, dirawat di bangsal anak-anak.
"Bangsal anak semua. Karena di bawah 18 tahun," ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMPN 3 Candimulyo, Erna Dwi A.
"9 anak dari 26 yang kemarin. Iya (tadi tambah 2 jadi 9 anak)," katanya dalam pesan singkatnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tujuh siswa SMPN 3 Candimulyo kembali dilarikan ke RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang gegara keracunan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa itu beserta belasan siswa lain sebelumnya sudah dipulangkan dari RS karena dinyatakan bisa dirawat di rumah.
Dari tujuh siswa yang kembali dibawa ke RSUD itu, empat di antaranya akan menjalani rawat inap. Sedangkan tiga siswa lainnya masih diobservasi. Diketahui, 26 siswa di SMPN diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG pada Jumat (7/8) lalu.
"Saat itu (Jumat) ada 26 siswa baik putra maupun putri, dari kelas 7, 8 maupun kelas 9. Pada hari itu juga, sampai malam, dari 26 itu bisa pulang semuanya dan diberi obat dari rumah sakit," kata Kepala SMPN 3 Candimulyo, Erna Dwi A kepada wartawan di RSUD Merah Putih, Selasa (11/8).
"Kami dengan teman-teman di sekolah sudah memberikan tanggung jawab atau pasrah kepada pemerintah desa setempat untuk dibantu. Karena dengan keterbatasan kami, kami kerja hanya lima hari di sekolah," sambungnya.
Erna mengatakan, saat itu 26 siswa yang pulang dari RSUD bisa dikatakan dalam kondisi baik, tapi belum sehat seperti sedia kala.
"Tapi dari pihak medis sudah dinyatakan layak, bisa istirahat di rumah. Kemudian dinyatakan sudah boleh pulang semua," ujar dia.
