20 Siswa Dibawa ke RSUD Magelang Diduga Keracunan MBG, Begini Kondisinya

20 Siswa Dibawa ke RSUD Magelang Diduga Keracunan MBG, Begini Kondisinya

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 07 Agu 2026 18:59 WIB
Puluhan siswa datang silih berganti diduga mengalami keracunan MBG dilarikan ke RSUD Merah Putih Magelang, Jumat (7/8/2026).
Puluhan siswa datang silih berganti diduga mengalami keracunan MBG dilarikan ke RSUD Merah Putih Magelang, Jumat (7/8/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Puluhan siswa SMPN 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG). Begini kondisi para korban saat tiba di RSUD Merah Putih Magelang.

"Di sini melaporkan kronologis tentang kejadian dugaan keracunan makanan yang kami tangani di RSUD Merah Putih. Tadi sekitar jam 14.30 WIB, kami mendapat kiriman pasien yang berasal dari Candimulyo," kata Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, Drg Rurit Obyantoro kepada wartawan di RSUD Merah Putih, Jumat (7/8/2026).

"Datangnya bergelombang dan datang pertama sekitar 12, terus selanjutnya dilanjut ada 8. Totalnya sekarang kondisi sampai dengan pukul 17.24 WIB, ini ada 20 pasien yang kami tangani di IGD RSUD Merah Putih," sambung Rurit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 20 korban tersebut, kata dia, 5 sudah diperbolehkan pulang. Kemudian ada 15 yang masih dilakukan pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

"Jadi total 20 orang yang masuk dan 5 sudah kami pulangkan. Sementara yang 15 masih dalam proses penanganan di IGD oleh dokter dan perawat," imbuhnya.

"Dugaan sementara untuk diagnosisnya adalah food intoxication atau dugaan keracunan makanan. Tetapi, itu masih dugaan karena perlu ada penegakan diagnosa yang melalui pemeriksaan dari sampel muntahan," ujarnya.

Menurut Rurit, pihaknya sudah bisa mendapatkan beberapa sampel makanan dari muntahan siswa.

"Kami akan kirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan apakah ada kandungan-kungan kuman yang menyebabkan keracunan pada siswa tersebut," bebernya.

"Mereka masuk dengan gejala mual, muntah, panas di bagian ulu hati, terus pusing. Seperti itu. Jadi ada tergantung dari kemungkinan kalau untuk keparahannya tergantung dari konsumsi makanan yang meracuni di sistem tubuhnya," kata dia.

Selain itu, kata dia, yang muntah-muntah kemungkinan cukup banyak yang masuk ke dalam tubuh.

"Tapi, ada juga yang hanya sekadar pusing. Nah itu sudah kami bisa pulangkan," tambahnya.

Untuk penanganan mengantisipasi bertambahnya pasien, kata dia, di RSUD Merah Putih untuk penanganan kasus ini sesuai dengan prosedur protap yang ada.

"Kami masukkan ke dalam kebencanaan. Jadi kami aktifkan kode kebencanaan kami. Jadi kami bisa menangani pasien-pasien ini di wilayah sekitar IGD dengan mendatangkan perawat-perawat di ruangan lain sehingga bisa penanganannya lebih optimal," bebernya.

"Kami insyaallah kami standby 24 jam dan kapasitas kami tingkatkan untuk penanganannya seandainya nanti ada kiriman tambahan pasien-pasien berikutnya. Insyaallah kami siap. Nanti kami siapkan tenaga medisnya. Untuk kecukupan obat dan bahan habis pakai, insyaAllah cukup untuk penanganan pasien kalau ada susulan pasien," pungkasnya.



(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads