Pria Mojayan Klaten Tewas Kesetrum Saat Perbaiki Listrik

Pria Mojayan Klaten Tewas Kesetrum Saat Perbaiki Listrik

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Jumat, 07 Agu 2026 11:46 WIB
Kapolsek Klaten Tengah Iptu Alif Akbar Lukman Hakim mengecek lokasi tersengat listrik.
Kapolsek Klaten Tengah Iptu Alif Akbar Lukman Hakim mengecek lokasi tersengat listrik. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Seorang pria warga Jalan Plaosan, Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, S (52) tewas tersengat listrik. Korban tersengat listrik saat memperbaiki aliran listrik yang padam di rumahnya.

Saksi, Joko Wiranto (64), menceritakan kejadian sekitar pukul 09.00 WIB. Korban dan dirinya membenahi listrik di rumah yang padam.

"Listriknya itu tadi padam di rumahnya (korban). Saya cek itu kok di sekitar sekring ada setrumnya," kata Joko kepada detikJateng, Jumat (7/8/2026) siang di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Joko, karena menduga listrik itu dari sambungan di atas asbes, korban naik. Korban membongkar tembok.

"Tembok dibongkar agar kabel tidak gatuk (lengket). Terus saya bilang listrik wes murup (sudah nyala), lalu terdengar suara grobyak," jelas Joko.

ADVERTISEMENT

"Saya lalu curiga, saya cek naik tangga. Yang bersangkutan sudah ambruk di atap, terus diturunkan dibawa ke RS," lanjut Joko.

Kerabat korban, Nadi mengatakan korban naik ke atap membenahi listrik yang padam. Naiknya ke atap sendiri.

"Munggahe piyambak (naik sendiri) tapi yang satu di bawah. Kok lama ndak turun-turun, ternyata di atas ambruk," katanya kepada detikJateng di lokasi.

Pantauan detikJateng di lokasi, tinggi atap sekitar tiga meter. Kabel yang dibenahi merupakan kabel langsung jaringan ke rumah.

Jenazah korban setelah dipulangkan dari RSD Bagas Waras langsung dimandikan. Petugas Polresta Klaten dan tim Inafis yang dipimpin Kapolsek Klaten Tengah Iptu Alif Akbar Lukman Hakim memeriksa lokasi dan meminta keterangan saksi.

Kapolsek Klaten Tengah, Iptu Alif Akbar Lukman Hakim, korban sempat dibawa RS tetapi dinyatakan meninggal dunia. Keluarga sudah membuat pernyataan dan menerima sebagai musibah.

"Keluarga sudah membuat pernyataan dan menerima sebagai musibah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jenazah kita serahkan keluarga untuk dimakamkan," jelas Alif.



(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads