Puluhan Ponsel Ditemukan Dalam Mobil Jazz Bareng Mayat Bos Konter Ambarawa

Puluhan Ponsel Ditemukan Dalam Mobil Jazz Bareng Mayat Bos Konter Ambarawa

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Jumat, 07 Agu 2026 10:51 WIB
Police line tape. Crime scene investigation. Forensic science.
Ilustrasi. Foto: Getty Images/D-Keine
Semarang -

Pria bos konter ponsel Ambarawa, Candra Waskita (25) ditemukan tewas di dalam bagasi mobil di wilayah Gubug, Grobogan. Polisi juga menemukan puluhan ponsel yang hilang dari konter di dalam mobil tersebut.

Hal tersebut dikatakan oleh Kanit Reskrim Polsek Gubug, Iptu Yusuf Al Hakim. Menurutnya, ponsel yang berada di dalam mobil tempat ditemukannya korban berjumlah puluhan.

"Iya ditemukan HP aneka merek, puluhan," kata Yusuf melalui sambungan telepon pada detikJateng, Jumat (7/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Kapolsek Gubug, AKP Anang Heriyanto, menyebut bahwa puluhan ponsel itu ditemukan berantakan di dalam mobil.

"Enggak ada yang dus enggak ada, semua acak-acakan," ungkap Anang.

ADVERTISEMENT

Anang juga menyampaikan ada aksesoris ponsel dan sejumlah barang lain yang turut ditemukan di dalam mobil tersebut.

"Banyak casingnya (ponsel) juga. Barang-barang seperti baju, tas-tas kecil juga ditemukan di dalam mobil," beber Anang.

Anang tak menampik saat ditanya apakah ponsel yang ditemukan di mobil sama dengan ponsel yang hilang di konter.

"Di sana pencurian, Kerugiannya sama identik juga. Terus korbannya kok meninggal berarti kan diduga pencurian dengan kekerasan itu," ucap Anang.

Keberadaan mobil tersebut awalnya diketahui oleh warga yang menghuni rumah di depan lokasi penemuan mobil pada Kamis (6/8) pagi. Anang merinci mobil itu berada di depan gudang, tepatnya di wilayah Dusun Tembelingan, Desa Trisari.

"Depan TKP itu ada rumah yang laki-laki itu tahu kalau jam 06.30 WIB itu cuma ada mobil parkir," jelas Anang.

Menurut Anang, gudang tersebut berada di area permukiman. Namun, gudang itu merupakan gudang kosong dan tidak ada aktivitas.

"Gudang itu kan kosong. Gudang itu juga punyanya orang Kedungjati, pemiliknya beli dari orang Trisari. Enggak ada enggak ada aktivitas enggak ada keluar masuk," jelas Anang.

Warga yang merasa curiga dengan keberadaan mobil itu hingga sore hari lalu menelepon polisi. Petugas kemudian datang dan melakukan pemeriksaan.

"Jam 17.00 WIB itu dari warga ngabarin ke polsek, telepon saya juga kalau adamobil tapi dari pagi kok enggak ada pemiliknya itu," kata Anang.

"Saya telepon anggota piket untuk cek ke sana. Nah, setelah diintip dari kaca itu dari KSPK itu kok ada diduga ada orang kayak tidur gitu," imbuhnya.

Posisi mayat saat ditemukan berada di bagasi mobil. Menurut Anang, pintu mobil itu dalam keadaan tidak dikunci.

"(Mayat ditemukan di) bagian belakang mobil, bagasi. (Mobil) tidak terkunci," ujar Anang.

Saat petugas membuka bagasi, terlihat kepala korban terbungkus plastik hitam. Anang menuturkan bahwa terdapat luka pada bagian kepala.

"Kepalanya tertutup plastik, plastik kresek hitam. Ada luka di kepala tetapi kami tidak bisa memastikan lukanya karena benda tumpul atau apa," terang Anang.

Diberitakan sebelumnya, bos konter telepon seluler di Ambarawa, Kabupaten Semarang hilang beserta mobilnya pada Kamis (6/8). Kondisi konter juga berantakan diduga dirampok.

Sedangkan di Dusun Tembelingan, Trisari, Gubug, Grobogan, sesosok mayat pria ditemukan dalam bagasi mobil pada Kamis (6/8) sore. Ada luka di bagian kepalanya.

Polisi memastikan mayat pria yang ditemukan di dalam bagasi mobil di wilayah Gubug, Grobogan adalah bos konter telepon seluler di Ambarawa. Korban diketahui hilang usai konternya dibobol komplotan perampok.

"Iya (jenazah di Gubug adalah bos konter HP Ambarawa)," kata Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo saat dimintai konfirmasi awak media, Jumat (7/8/2026).

Korban diketahui bernama Candra Waskito (25), warga Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Ia merupakan pemilik konter ponsel Royal Phone Ambarawa.

Dilihat melalui Google Maps, jarak dari konter ponsel korban hingga ke TKP ditemukannya korban sejauh 49 kilometer. Heru menyampaikan bahwa pihaknya masih terus menyelidiki peristiwa ini.

"Masih dalam proses penyelidikan," kata Heru.



(apl/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads