Round-Up

Penjelasan Pakar UGM soal Kobra Telan Pisau Dapur di Karanganyar

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 06 Agu 2026 11:42 WIB
Ular kobra menelan pisau di Desa Sroyo, Jaten, Karanganyar. Foto: Dok. Exalos Indonesia
Solo -

Pakar satwa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan soal fenomena ular kobra menelan pisau dapur di rumah warga Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Meski perutnya terbelah, ular itu masih hidup saat dievakuasi relawan Exalos Indonesia.

Terkecoh Aroma Pisau

Momen langka itu terjadi pada Selasa (4/8) lalu. Menurut dosen dan pemerhati satwa liar Fakultas Biologi UGM, Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc, kobra itu salah mengidentifikasi pisau dapur sebagai mangsanya.

"Saya melihatnya bukan stres. Pisau dapur itu kan digunakan untuk memotong daging dan sebagainya, sehingga masih ada aroma yang tertinggal. Ular itu kan penglihatannya buruk, sehingga fokus menggunakan aroma," kata Donan saat dihubungi detikJateng, Rabu (5/8/2026).

"Karena ada aroma daging, atau darah, dia memakan pisau itu. Itu menurut saya dari sudut pandang biologi. Kalau stres makan pisau, sepertinya tidak. Otak ular kan kecil banget, sehingga pikiran stres menurut saya kurang tepat," imbuhnya.

Tak Bisa Muntahkan Pisau

Donan menerangkan, ular kobra tidak bisa memuntahkan benda yang terlanjur dimakan.

"Mau dimuntahkan tidak bisa, karena giginya melengkung ke belakang, sehingga tidak bisa memuntahkan. Sehingga tertelan terus," jelasnya.

Menurut Donan, organ Jacobson pada ular tersebut bekerja dengan baik, karena bisa mendeteksi adanya bau pada pisau tersebut. Tapi karena penglihatan ular yang buruk, kobra Jawa itu tidak menyadari jika bau tersebut sumbernya dari pisau.

"Salah mendeteksi, karena pisaunya bekas terkena daging," tuturnya.

Ular Juga Bisa Stres

Donan mengatakan, ular juga bisa mengalami stres dalam kondisi tertentu.

"Penyebab ular stres karena kondisi lingkungan tidak stabil (misal suhu, kelembapan), perubahan habitat, terganggu manusia," kata Donan dihubungi detikJateng, Rabu (5/8/2026).

"Ciri-ciri ular stres meringkuk, atau gesek-gesekkan badan ke substrat keras berulang-ulang, kadang mudah marah dan mendesis," sambungnya.

Kobra Telan Pisau Akhirnya Dibunuh

Diberitakan sebelumnya, ular kobra itu dievakuasi oleh komunitas pecinta satwa Exalos Indonesia. Saat didatangi, ular tersebut sembunyi di sebuah lubang.

"Posisi ular ada di lubang terlihat ekornya sedikit. Ularnya ada di kandang ayam petelur," kata relawan Exalos Indonesia, Kamto, saat dihubungi detikJateng, Rabu (5/8/2026).

Dia kemudian memperbesar ukuran lubang tersebut, agar ular mudah dievakuasi. Saat proses membongkar lubang itu, ular tersebut ternyata hendak keluar.

Kamto kemudian menggunakan tongkat penjepit untuk menarik ular tersebut keluar. Namun ular itu susah ditarik.

"Saya tarik kok ada yang menyangkut. Ternyata setelah keluar, dari perut ular itu terlihat benda runcing. Saya kira awalnya kayu atau apa, ternyata ada pisaunya. Saat saya tarik, pisaunya sudah keluar setengah," jelasnya.




(dil/apl)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork