Video rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan gerombolan kreak dengan membawa senjata tajam di Kecamatan Weleri, Kendal viral di media sosial. Motor warga dirusak.
Rekaman berdurasi 2 menit, 50 detik ini diunggah di Facebook oleh akun @Nurul M pagi hari ini. Video memperlihat aksi gerombolan kreak sekitar 10 orang dengan membawa senjata tajam tiba-tiba menyerang enam pemuda yang sedang nongkrong di Gang Korean, Desa Weleri, Kecamatan Weleri.
Enam pemuda yang sedang nongkrong tersebut berlarian setelah melihat aksi gerombolan kreak membabi buta mengayunkan senjata tajam. Karena tidak mendapati lawannya, gerombolan kreak kemudian merusak dua sepeda motor milik warga sambil berteriak "Aku Mangkang, aku Mangkang, aku menang,".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah merusak dua sepeda motor warga, gerombolan kreak meninggalkan lokasi. Hingga Rabu (5/8) video tersebut sudah dilihat 43.382 kali, mendapat 343 like, mendapat 154 komentar dan 11 netizen memposting ulang video tersebut.
Kapolsek Weleri, AKP Yulianto, menyebut peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/8) dini hari sekitar pukul 02.48 WIB dengan lokasi kejadian di Gang Korean, Desa Weleri.
"Memang benar ada kejadian seperti di video tersebut yang TKP-nya di Gang Korean Desa Weleri," kata Kapolsek Weleri, AKP Yulianto saat ditemui detikJateng di ruangannya, Rabu (5/8/2026).
Kapolsek menjelaskan tidak ada korban yang terluka, namun dua sepeda motor milik warga mengalami kerusakan. Pihaknya saat ini masih menyelidiki aksi brutal kreak dengan meminta keterangan saksi. Pihaknya juga terus melakukan patroli di jalan lingkar Weleri pada jam-jam tertentu.
"Kami masih selidiki aksi tersebut termasuk para pelakunya dan kami juga sudah meminta keterangan saksi dari warga. Alhamdulilah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun dua motor mengalami kerusakan," jelasnya.
"Sebenarnya kami juga sudah melakukan patroli rutin di wilayah Weleri terutama di jalan lingkar Weleri dan pemukiman warga pada jam-jam tertentu," sambungnya.
Yulianto mengungkapkan pihaknya Rabu (5/8) malam akan melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Weleri, Desa Weleri, dan ketua RT setempat untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi
"Nanti malam kami akan melakukan pertemuan dan koordinasi dengan pihak kecanatan Weleri, desa Weleri dan ketua RT setempat. Kami lakukan untuk untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi," terangnya.
Cerita Saksi
Salah satu korban, Deni, mengatakan sedang nongkrong bersama kelima temannya. Tiba-tiba datang gerombolan yang membawa tajam seperti celurit, parang dan kayu menyerang mereka.
"Waktu kejadian ya saya lagi nongkrong sama 5 teman dan saat itu sekitar jam 3-an. Saya sama teman-teman tidak tahu, tiba-tiba mereka datang dan menyerang kami dengan senjata tajam," kata salah satu korban, Deni saat ditemui detikJateng di rumahnya.
"Ya kami nggak punya masalah dengan siapapun, kami juga tidak kenal dengan mereka. Mereka saat itu cuma teriak Aku Mangkang, aku menang," jelasnya.
Deni menerangkan setelah tahu ada gerombolan datang mau menyerang, dirinya bersama teman-temannya melarikan diri. Deni menambahkan sepeda motornya mengalami kerusakan di bagian lampu depan spakbor depan dan cover body.
"Yang rusak sepeda motor saja, kerusakannya di bagian lampu depan spakbor depan dan cover body," terangnya.
Sementara itu, Ketua RT 05 RW-01 desa Weleri, Nur Budi Santosa, mengatakan, kejadian seperti ini sudah terjadi untuk ketiga kalinya dan yang ketiga ini sempat terekam kamera CCTV.
"Aksi ini sudah ketiga kalinya dan terekam kamera CCTV. Ya tentunya warga di sini menjadi resah dengan aksi-aksi yang dilakukan gerombolan kreak," kata Ketua RT-05 RW-01, Nur Budi Santosa saat ditemui detikJateng di rumahnya.
Nur berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelakunya dan menindak tegas agar memberikan efek jera. Selain itu, polisi juga diharap melakukan patroli rutin di area rawan kejahatan pada jam di atas pukul 00.00 WIB.
"Harapan kami ya tentunya segera tangkap para pelakunya dan diproses hukum sebagai efek jera. Kami juga ingin agar polisi melakukan patroli rutin di area rawan kejahatan pada jam di atas pukul 00.00 WIB," pungkasnya.
