4 Hewan Ini Bisa Memprediksi Bencana, Mitos atau Fakta?

4 Hewan Ini Bisa Memprediksi Bencana, Mitos atau Fakta?

Ovilia Putri Ramadhani - detikJateng
Rabu, 05 Agu 2026 14:12 WIB
Ilustrasi anjing, hewan yang bisa memprediksi bencana.
Anjing, salah satu hewan yang bisa memprediksi bencana (Foto: Anoir Chafik/Unsplash)
Solo -

Rasanya sudah tidak asing lagi kita mendengar hewan bisa memprediksi bencana. Misalnya, terlihat dari bagaimana perilaku hewan jelang bencana, seperti gelisah atau berpindah teman.

Fenomena tersebut kemudian memunculkan anggapan bahwa hewan memiliki kemampuan khusus untuk mengetahui bencana sebelum manusia menyadarinya.

Cerita mengenai hewan yang dapat "memprediksi" gempa bumi, tsunami, maupun bencana lainnya telah berkembang di berbagai masyarakat. Bahkan beberapa kejadian membuat orang percaya bahwa perubahan perilaku hewan dapat menjadi tanda awal datangnya bahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apakah hewan benar-benar mampu melihat masa depan dan mengetahui kapan bencana akan terjadi? Berikut 4 hewan yang diyakini bisa memprediksi bencana dan kemungkinan penyebabnya. Baca sampai tuntas, ya, detikers!

ADVERTISEMENT

4 Hewan Yang Bisa Memprediksi Bencana

Dari begitu banyaknya hewan di Bumi, setidaknya 4 di antaranya diyakini mampu memprediksi kedatangan bencana. Apa saja? Ini daftarnya:

1. Gajah

Dilansir International Fund for Animal Welfare (IFAW), Gajah sering disebut sebagai salah satu hewan yang memiliki kemampuan sensorik luar biasa. Hewan besar ini diketahui mampu merasakan getaran melalui kaki dan tubuhnya.

Dalam beberapa kejadian, gajah dilaporkan menunjukkan perilaku tidak biasa sebelum terjadinya bencana, seperti menjauh atau terlihat gelisah. Salah satu contoh yang sering dikaitkan adalah ketika beberapa gajah di kawasan pesisir bergerak menjauh sebelum tsunami.

Pada tsunami 2004 di Aceh, penduduk setempat melaporkan gajah dan flamingo melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi. Benar saja, tak lama kemudian tsunami akibat gempa berkekuatan 9,1 magnitudo menghantam.

2. Anjing

Dilansir National Geografic, anjing menjadi salah satu hewan yang sering dikaitkan dengan kemampuan mendeteksi kejadian sebelum bencana. Beberapa pemilik anjing melaporkan bahwa hewan peliharaan mereka menjadi lebih gelisah, menggonggong tanpa alasan jelas, atau menunjukkan perilaku berbeda sebelum gempa.

Anjing juga memiliki kemampuan pendengaran dan penciuman yang jauh lebih sensitif dibandingkan manusia. Hal ini memungkinkan mereka menangkap perubahan kecil di lingkungan yang tidak disadari manusia.

Adakah contoh kasusnya?

Dirujuk dari American Kennel Club (AKC), penelitian yang dilakukan oleh Dr Stanley Coren mengamati tingkat aktivitas dan kecemasan sekitar 200 ekor anjing sebelum gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo di wilayah Pasifik Barat Laut. Hasilnya?

Sehari sebelum gempa terjadi, sekitar 49% anjing mengalami peningkatan kecemasan yang signifikan dan sekitar 47% menunjukkan aktivitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.

3. Burung

Burung merupakan salah satu hewan yang sering diamati dalam penelitian mengenai deteksi bencana. Beberapa spesies burung diketahui dapat mengubah pola migrasi atau aktivitasnya ketika terjadi perubahan lingkungan.

Perubahan tersebut dapat terjadi karena burung memiliki kemampuan merasakan kondisi alam seperti perubahan tekanan udara dan gangguan lingkungan.

Dirujuk dari Discovery, hasil penelitian yang dilakukan terhadap 56 burung dari 5 spesies menunjukkan makhluk ini mampu mendengar suara infrasonik. Karenanya, burung bisa merasakan datangnya badai dan tsunami.

Hal ini juga didukung studi tahun 2014 yang menunjukkan burung-burung pergi menghindari badai 24 jam sebelum bencana itu tiba. Penyebabnya seperti sudah disebut sebelumnya, adalah kemampuan mendengarkan suara infrasonik yang tak mampu ditangkap manusia.

4. Oarfish

Dirujuk dari laman resmi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR), oarfish atau ikan raja herring (Regalecus sp.) merupakan ikan laut dalam yang sering dikaitkan dengan pertanda gempa bumi dan tsunami. Kemunculannya di permukaan laut beberapa kali terjadi berdekatan dengan bencana alam sehingga masyarakat menyebutnya sebagai "ikan kiamat".

Contoh, sebagaimana dirujuk dari Ocean Conservancy, sebelum gempa Jepang tahun 2011, total 20 oarfish terdampar di pesisir pantai. Juga pada 2017 di Filipina, seekor oarfish ditemukan di pesisir sebelum gempa berkekuatan sekitar 6 magnitudo terjadi.

Meski banyak cerita yang mengisahkan kemunculan oarfish sebelum bencana, anggapan bahwa ikan ini dapat memprediksinya belum memiliki bukti ilmiah. Ada kemungkinan, kemunculan ikan ini berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan laut, seperti aktivitas bawah laut atau perubahan arus.

Benarkah Hewan Bisa Memprediksi Bencana?

Anggapan bahwa hewan dapat memprediksi bencana masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Menariknya, beberapa penelitian memang menemukan adanya perubahan perilaku pada hewan sebelum kejadian seperti gempa bumi atau bencana alam lainnya.

Para ilmuwan belum menemukan bukti kuat bahwa hewan mampu memprediksi bencana secara pasti. Perilaku yang terlihat sebelum bencana kemungkinan berkaitan dengan kemampuan hewan dalam merasakan perubahan kecil pada lingkungan yang tidak dapat ditangkap oleh manusia.

Itu artinya, hewan bukan meramal bencana tetapi merespons perubahan alam tertentu sebelum manusia menyadarinya. Dari sudut pandang manusia, hewan seakan-akan jadi bisa memprediksi bencana.

Bagaimana Hewan Mendeteksi Perubahan Alam?

Beberapa kemungkinan mekanisme yang membuat hewan lebih peka akan perubahan alam dibanding manusia adalah:

1. Sensitivitas terhadap Getaran

Beberapa hewan mampu merasakan getaran kecil melalui kaki, tubuh, atau organ sensoriknya. Getaran tersebut dapat muncul akibat pergerakan tanah sebelum gempa.

2. Kemampuan Mendengar Suara Infrasonik

Sebagian hewan dapat mendengar suara dengan frekuensi yang tidak mampu didengar manusia. Gelombang suara tertentu dari aktivitas bumi dapat mempengaruhi perilaku mereka.

3. Kepekaan akan Perubahan Lingkungan

Hewan juga dapat merespons perubahan tekanan udara, suhu, maupun kondisi lingkungan lainnya. Kemampuan inilah yang membuat sebagian hewan tampak mengubah perilakunya sebelum terjadi fenomena alam tertentu.

Demikian, hewan memang memiliki kemampuan luar biasa dalam merasakan perubahan lingkungan. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah bahwa hewan benar-benar dapat memprediksi bencana.

Semoga menambah wawasan detikers, ya!

Artikel ini ditulis oleh Ovilia Putri Ramadhani Mahasiswa Magang Pendidikan di detikcom



(num/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads