Wanita bernama I (39), warga Sragen Tengah, Sragen, dievakuasi tim gabungan karena mengalami sesak napas. Pasien berbobot sekitar 300 kilogram itu akhirnya bisa dievakuasi menggunakan tandu basket milik Damkar yang biasa digunakan untuk evakuasi di ketinggian.
Evakuasi itu dilakukan pada Senin (3/8) kemarin. Staf Pelayanan dan Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sragen, Rizky Nugroho Jati mengatakan evakuasi itu bermula dari informasi PSC 119 yang menyebutkan adanya pasien yang membutuhkan bantuan evakuasi medis darurat.
"Kondisi mbaknya sesak napas, kesulitan bernapas. Sebelumnya memang pernah mondok di RSUD, sempat membaik, tapi ini tadi sesak lagi," kata Rizky saat dihubungi detikJateng via telepon, Senin (3/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berat badan dulu itu 250 kilo, tapi itu sudah setengah tahun yang lalu. Infonya tadi segitu hampir 300 kilo," sambungnya.
Menurut Rizky, proses evakuasi itu terkendala akses jalan yang sempit. Pasien itu berada di kamar paling belakang dengan lebar pintu yang tidak sampai satu meter. Petugas tidak bisa langsung membawa tandu ke dalam kamar itu.
"Akses pintu kamarnya sempit, nggak sampai satu meter. Sementara beliau badannya lumayan besar dan sudah tidak bisa jalan. Jadi tadi kami harus geser kasurnya dulu perlahan bersama beliaunya sampai ke ruang tamu," ujar dia.
Petugas kembali menghadapi kendala lantaran tandu ambulans standar tidak mampu menahan berat tubuh pasien.
"Kita sempat putar otak karena tandu standar itu maksimal hanya untuk beban 150 kg. Akhirnya ada opsi pakai tandu basket milik Damkar. Itu sebenarnya untuk evakuasi di ketinggian, tapi karena kuat menahan beban lebih dari 300 kg dan ada pengamannya, itu yang kami gunakan," ungkap Rizky.
Proses evakuasi pasien ini melibatkan sekitar 12 personel gabungan dari PMI, BPBD, Damkar, PSC 119, dan dibantu warga sekitar. Kondisi kesehatan Isnani saat dievakuasi cukup mengkhawatirkan. Saat petugas tiba, saturasi oksigen pasien berada di angka 63 persen.
"Saturasinya rendah sekali, sudah megap-megap. Selama proses evakuasi dari rumah sampai ke rumah sakit, kami habis dua tabung oksigen untuk memacu napasnya. Alhamdulillah, sampai di RSUD Sragen saturasi sudah mulai stabil di angka 84 persen," kata Rizky.
Setelah berhasil dievakuasi, pasien itu segera mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Sragen. Menurut keterangan keluarganya, pasien memiliki riwayat obesitas dan diduga mengalami gangguan pernapasan atau asma.
