Ngeri 4 Ayam Tewas Sekaligus Kena Sembur Kobra Jumbo di Klaten

Ngeri 4 Ayam Tewas Sekaligus Kena Sembur Kobra Jumbo di Klaten

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 03 Agu 2026 09:18 WIB
Ilustrasi ular kobra jawa
Ilustrasi ular kobra jawa. Foto: Unsplash/Angiola Harry
Klaten -

Empat ekor ayam milik warga Dukuh Pencil, Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Klaten mati usai disembur ular kobra jumbo. Usai kejadian, ular kobra langsung dievakuasi oleh relawan Exalos Indonesia regional Klaten.

Salah seorang personel Exalos Indonesia regional Klaten, Mardiyono Jangkung, mengaku mendapatkan laporan dari warga terkait adanya kobra yang menyembur ayam hingga mati.

"Evakuasi ular kobra jumbo sudah menyembur ayam empat ekor mati semua. Laporan dari bapak Mujianto masuk jam 19.00 WIB," kata Mardiyono kepada detikJateng lewat telepon, Minggu (2/8/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mardiyono mengungkapkan, keberadaan ular diketahui pemilik rumah karena adanya suara gaduh di kandang ayam. Pemilik ayam yang curiga lantas memerika kandang ayam hingga mendapati ular dengan warna hitam besar.

"Melihat ke lokasi ternyata sudah ada ayam mati empat ekor. Setelah dicek ternyata ada ular hitam besar berdiri lalu telepon ke saya," terang Mardiyono yang juga relawan RCTD itu.

ADVERTISEMENT

Usai mendapat laporan, lanjut Mardiyono, pemilik rumah diminta agar terus memantau posisi ular. Dirinya langsung ke lokasi bersama anggota Exalos lainnya.

"Daya suruh pantau lalu saya ke lokasi bersama mas Amir. Saat tiba di tempat ular masih di kandang ayam. Akhirnya ular terevakuasi dengan aman," kata Mardiyono.

Mardiyono menyampaikan jenis ular kobra Jawa atau naja sputatrix dewasa, panjangnya mencapai 125 centimeter termasuk jumbo. Ayam yang mati termasuk indukan.

"Ayam indukan dua, ayam anakan dua, mati semua. Prediksi kita kemungkinan bersarang di sekitar itu karena ada tumpukan genteng, lembab sehingga ular nyaman," kata Mardiyono.

"Lokasi dari sawah jauh, dari sungai juga jauh. Tapi di samping rumah ada kebun kosong sehingga ular nyaman," ucap Mardiyono.

Anggota Exalos Indonesia regional Klaten, Amirudin, menjelaskan saat dirinya dan Mardiyono sampai kandang sudah empat ekor ayam mati terkena gigitan berbisa. Ular kemudian turun.

"Ular turun lalu ke samping dan kita amankan. Ular tidak melawan, atau menyerang sebab kita tangani pelan," katanya.



(apl/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads