Seekor harimau putih koleksi Semarang Zoo mati. Harimau dari jenis yang sangat langka itu mati dalam kondisi menyedihkan.
Kematian harimau bernama Anggun itu menjadi salah satu artikel yang banyak diakses pembaca detikJateng dalam sepekan terakhir.
Terungkap Lewat Kabar Viral
Harimau yang memiliki warna unik karena penyimpangan genetik ini sebenarnya sudah mati sejak Maret lalu. Hanya saja kabar kematiannya baru menyebar setelah viral di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar tersebut juga diunggah di akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang, Jumat (24/7). Akun tersebut menuliskan hewan bernama Anggun itu diduga mati lantaran kesalahan prosedur anestesi.
"Harimau putih Anggun, salah satu satwa koleksi yang menjadi daya tarik Semarang Zoo, dikabarkan dikirim ke Medan dalam skema pertukaran satwa yang mekanismenya dipertanyakan. Jika benar proses tersebut tidak dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan, maka publik berhak mengetahui dasar kebijakan itu, termasuk apakah ada potensi kerugian bagi BUMD Semarang Zoo. Belum selesai tanda tanya soal proses pengiriman, muncul kabar yang lebih memprihatinkan. Hanya dua hari setelah dikirim, Anggun dilaporkan mati. Beredar dugaan bahwa kematian tersebut berkaitan dengan kesalahan prosedur anestesi yang mengakibatkan abses dan infeksi," tulis akun itu seperti yang dilihat detikJateng pada Jumat (24/7/2026).
Adapun pihak pengelola Semarang Zoo irit bicara saat dikonfirmasi soal unggahan itu. Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan Pemkot Semarang bakal memberikan keterangan.
"Nanti pemkot akan memberi keterangan, sabar njih," kata Bimo kepada detikJateng melalui pesan singkat.
Mati Sejak Maret
Sekda Kota Semarang, Handi Priyanto mengatakan, harimau tersebut sudah mati sejak Maret lalu. Harimau itu mati beberapa saat setelah dipindah ke salah satu kebun binatang di Medan.
"Kejadian sudah Maret yang lalu itu. Sampai R Zoo Medan baik-baik saja. Sudah ada perjanjian kerjasama sesuai urutan administrasi, alasan internal harimau kita sudah banyak hasil dari kawin sedarah," kata Handi melalui pesan singkat kepada detikJateng, Seninb (27/7/2026).
Dia mengakui bahwa harimau itu termasuk jenis yang langka. Harimau itu berwarna putih lantaran mengalami penyimpangan genetik.
"Yang dikirim ke Medan adalah cucu dari perkawinan sedarah, berwarna putih karena DNA-nya sudah menyimpang, perlu darah baru dari luar, sehingga sekarang harimau kita ada dua pasang untuk dicarikan jodoh yang tidak sedarah," lanjutnya.
Saat ditanya terkait penyebab kematian harimau putih tersebut, ia mengatakan ada beberapa hal yang menjadi penyebab. Mulai dari adanya lesi dan perlukaan pada organ lambung, hingga peradangan dan perdarahan pada organ paru.
"Terjadinya pembengkakan pada organ jantung, hati dan juga ginjal. Ditemukan kerusakan dan ptcie pada sebahagian organ hati yang mengindikasikan kinerja organ yang sudah tidak maksimal," ungkapnya.
"Kemudian saluran pencernaan kosong dan tidak dijumpai adanya sisa pakan, yang menandakan harimau sudah dalam waktu lama tidak makan," lanjutnya.
Semarang Zoo Kekurangan Anggaran
Wali Kota (Walkot) Semarang, Agustina Wilujeng ungkap penyebab kematian seekor harimau putih milik Semarang Zoo. Ia menduga, hal itu disebabkan adanya kekurangan anggaran di Semarang Zoo.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti pihak Semarang Zoo untuk berhati-hati usai adanya insiden mengenaskan tersebut.
"Karena sepertinya kekurangan anggaran yang ada di Semarang Zoo ini menjadi penyebab utama mengapa proses perawatannya itu dilakukan efisiensi," kata Agustina di Polines Semarang, Senin (27/7/2026).
Pasalnya, kata Agustina, Semarang Zoo yang saat ini ditangani oleh BUMD mengakibatkan jika pendapatan tak bisa memenuhi biaya operasional, maka harus dilakukan efisiensi. Sementara pemberian modal tambahan dari Pemkot kepada BUMD tidak dapat digunakan untuk biaya operasional.
"Karena dia akan ternilai sebagai sebuah badan usaha yang gagal. Jadi biaya operasionalnya harus dipenuhi dari pendapatannya. Modal digunakan untuk memperluas bisnis," ucapnya.
"Pusing juga kalau saya jadi direkturnya Semarang Zoo. Mungkin ya membutuhkan waktu untuk bisa menjadi sebuah sebuah kebun binatang yang bagus. Dilemanya, binatang tidak bisa menunggu proses perawatannya sampai memiliki uang yang banyak," lanjutnya.
Simak Video "Terpopuler Sepekan: Spanyol Juara Dunia Sampai Eks Jampidsus Febrie Ditahan"
[Gambas:Video 20detik] (ahr/ahr)
