Di balik puing-puing kebakaran yang meluluhlantakkan Pasar Bayat, Klaten, terselip sebuah kisah yang mengundang haru. Seorang pedagang perempuan tak kuasa menahan air mata setelah menemukan segepok uang tunai miliknya senilai sekitar Rp15 juta utuh di antara sisa-sisa lapak yang hangus terbakar.
Momen tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Facebook KABAR BAYAT KLATEN. Dalam video yang beredar, pedagang itu berjalan perlahan di antara reruntuhan kios sambil menggenggam seikat uang pecahan Rp100 ribu yang masih terikat karet.
Dengan suara bergetar, ia terus mengucapkan syukur. Orang yang merekam video itu turut mengungkapkan rasa syukur atas rezeki yang masih tersisa di tengah musibah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah mbokde, tasih rejekine panjenengan," terdengar dalam video yang kemudian ramai dibagikan warganet.
Disimpan di Bawah Dagangan
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Pasar Bayat, Aris Muwardi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan uang milik pedagang itu ditemukan hari Rabu (29/7) kemarin.
"Itu kemarin Rabu (29/7) kejadiannya. Alhamdulillah masih utuh uangnya," kata Aris.
Menurutnya, jumlah uang yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta. Aris menjelaskan, uang itu kemungkinan tersimpan di bagian paling bawah tumpukan barang dagangan sehingga luput dari jilatan api.
"Disimpan mungkin di bawah tumpukan dagangan. Saat dagangannya terbakar, bagian bawah belum tersentuh api," jelasnya.
Pasar Belum Dibersihkan
Hingga hari Kamis (30/7) kemarin, kondisi Pasar Bayat masih dipenuhi puing-puing kebakaran. Para pedagang dijadwalkan bergotong royong membersihkan area pasar pada Sabtu (1/8).
"Sabtu besok rencananya gotong royong pembersihan. Nanti mulai pagi," ujar Aris.
Kebakaran Dipicu Korsleting Listrik
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Klaten AKP Taufik Frida Mustofa mengatakan, dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan olah tempat kejadian perkara yang dilakukan tim Inafis.
"Karena korsleting listrik. Sebab di lokasi titik api tidak ada sampah," kata Taufik lewat pesan singkat.
Ia menjelaskan, percikan listrik mengenai tumpukan kardus dan plastik di bawah instalasi sehingga api dengan cepat membesar dan menjalar ke sejumlah los pasar.
"Percikan api di bawahnya banyak tumpukan dagangan dengan kardus dan plastik. Api menyebar dengan cepat," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi pada Senin (27/7) sore di Pasar Bayat yang berada di Jalan Raya Bayat-Cawas, Kabupaten Klaten. Api melalap puluhan lapak di enam los pasar.
