Fasilitas hingga besi di gedung serbaguna milik Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang di Kecamatan Gajahmungkur diduga digondol maling. Dugaan pencurian tersebut berlangsung bertahap selama setahun.
Ketua IPSI Kota Semarang, Joko Santoso, menerangkan gedung tersebut selama ini digunakan sebagai padepokan silat Gunung Talang. Penggunaan gedung itu dilakukan setelah pihaknya meminta ke Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang saat kepemimpinan eks Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Ita, agar gedung tersebut dapat dimanfaatkan untuk menggembleng para atlet.
"Dulu ada permohonan ke pemkot untuk meningkatkan prestasi silat kita minta. Jadi dulu memang ada padepokan silat Gunung Talang jaman pak Ismail. Saya ingin buka lagi biar bisa jadi pusat kegiatan silat," kata Joko saat dihubungi detikJateng, Kamis (30/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mohon Mbak Ita saat itu untuk direnovasi. Alhamdulillah oke, dipakai temen-temen silat oleh IPSI Semarang," sambungnya.
Saat itu, ungkap Joko, yang berani menggunakan gedung tersebut hanya atlet silat. Oleh sebab itu, gedung tersebut dikenal sebagai Padepokan Gunung Talang.
"Dinas Pemuda Olahraga tidak diperkenankan hanya silat saja, tapi temen-temen olahraga bela diri yang berani hanya silat, maka dipakai temen-temen silat. Maka ada sebutan Padepokan Gunung Talang," ungkapnya.
Saat ini gedung tersebut digunakan untuk persiapan Porprov Jateng. Namun, tidak ada atlet yang menginap di sana.
"Kita persiapan Porprov di situ. Kita kan kendala tidak ada mess, tidak ada yang tidur di situ," kata Joko.
Saat ada mess, para pesilat tidur di gedung tersebut. Ketika tidak ada yang menginap, dugaan pencurian mulai terjadi.
"Waktu ada mess aman. Mulailah perlahan dihabisi pencuri, mulai pompa. Ketika pantau lagi kemudian listriknya, pintu dibobol, terakhir pagar di atas mulai dipotongi. Masih dipakai pagi sama sore latihan," terang Joko.
Kejadian tersebut, kata Joko, berlangsung nyaris setahun belakangan. Bahkan, pintu mess diduga dirusak.
"Kejadian bertahap hampir satu tahun. Terakhir besi ini dua mingguan, yang lain bertahap. Perbaiki hilang lagi, pompa itu beli lagi hilang lagi. Pintu-pintu mess dirusak dan lampu. Instalasi listrik dipotongi," ujarnya.
Joko menyebut, pihaknya masih berupaya berkoordinasi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga terkait kehilangan sejumlah barang itu. Dia juga menyebut tidak melapor polisi karena kepemilikannya adalah Pemkot Semarang.
"Mencoba koordinasi dengan Dinas Pemuda Olahraga. Tanggapan dinas mau lihat ke lapangan dulu, tapi nunggu perubahan anggaran," terangnya.
"Takutnya tambah ilang banyak karena gak dipakai. Kalau (anggaran) perubahan, telat persiapan TC-nya," imbuhnya.
Sementara itu, pelatih atlet silat, Nurfakih, membenarkan dugaan pencurian di gedung serbaguna tersebut. Terbaru, pembatas pagar tribune diduga digondol.
"Yang terakhir pembatas pagar tribune atas. Saya baru tau Senin kemarin, ternyata diambil sedikit-sedikit," kata Fakih melalui pesan singkat kepada detikJateng malam ini.
Fakih menyebut beberapa kabel di lokasi juga diduga dimaling. Total besi yang diduga digondol sebanyak 34 potong.
"Pertama kali saya cek tanggal 14 Juni kondisi kabel boks sudah dipotongi. Seminggu kemudian, Rabu saat ngecek kembali ternyata kabel jet pump milik DLH yang di gardu bawah sebelum jalan naik juga dipotong," terangnya.
"Yang sebelah utara besi bagian atas 10 besi, sebelah timur 16 besi, sebelah selatan 6 besi. Total hilang 32 besi," sebutnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, membenarkan gedung tersebut merupakan milik Pemkot Semarang. Dirinya hanya mendapat laporan adanya sedikit kerusakan di joglo.
"Saya dilapori kok hanya ada joglo, rusak sedikit, perlu perbaikan. (Gedung tersebut milik Pemkot Semarang?) Iya, betul," kata Didik saat dihubungi detikJateng malam ini.
Dia mengatakan, dirinya belum mendapat laporan soal dugaan pencurian beberapa barang di gedung serbaguna itu.
"Saya belum dilapori, saya tanya ada kerusakan sedikit-sedikit. Saya terus terang belum cek ke sana. Kemarin tak suruh cek memang belum diperbaiki," ungkapnya.
Saat ditanya apakah dugaan pencurian tersebut bakal dilaporkan ke kepolisian, Didik menjawab, masih belum.
"Belum laporan karena laporannya hanya kerusakan sedikit-sedikit," jawabnya.
