Laptop Baru buat Ibrahim Siswa SD Boyolali 'Bug Hunter' Situs NASA

Laptop Baru buat Ibrahim Siswa SD Boyolali 'Bug Hunter' Situs NASA

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 30 Jul 2026 05:28 WIB
Ibrahim saat bertemu Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (29/7/2026).
Ibrahim saat bertemu Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (29/7/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Solo -

Kabar gembira datang dari Ibrahim Al Abrar (12), siswa kelas 6 SD asal Kabupaten Boyolali yang berhasil mencuri perhatian setelah menemukan celah keamanan (bug) di situs milik NASA. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung cita-citanya di bidang keamanan siber (cyber security) dengan memberikan laptop baru.

Kepastian tersebut disampaikan usai Ibrahim bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang. Dalam kesempatan itu, anak yang akrab disapa Ibra itu mengaku memiliki satu harapan besar agar kemampuannya di bidang teknologi informasi dapat berkembang lebih jauh.

"Harapan saya (bertemu Gubernur) adalah mendapatkan laptop yang speknya tinggi dan juga merenovasi sekolah saya," kata Ibra usai bertemu Luthfi, Rabu (29/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, laptop dengan spesifikasi tinggi sangat dibutuhkan karena perangkat yang dimilikinya saat ini masih memiliki keterbatasan untuk menunjang aktivitas belajar dan eksplorasi di bidang keamanan siber.

"Kalau mereknya apa saya belum tahu, tapi yang saya inginkan speknya tinggi dengan penyimpanan yang lebih besar lagi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ibra mengaku mulai tertarik dengan dunia komputer sejak duduk di bangku kelas 5 SD. Ketertarikan itu kemudian berkembang hingga membuatnya bercita-cita bekerja di bidang cyber security.

"Saya suka sudah dari kelas 5, terus menguasai deepseek sejak kelas 6 SD," ungkapnya.

Kemampuan tersebut ia asah secara mandiri melalui berbagai sumber belajar, mulai dari teknologi AI, YouTube, hingga bimbingan sang ayah yang merupakan guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kemusu, Boyolali.

Tak hanya berhasil menemukan celah keamanan di situs NASA, Ibra juga mengaku pernah menemukan kerentanan pada situs milik instansi di Lampung hingga perusahaan produksi film.

"Pernah juga (menemukan kerentanan) di laman (instansi) Lampung. Saya nemuin Lampung itu kerentanannya namanya remote code execution, saya bisa nge-remote servernya dan menulis kode Linux. Selain itu ada dari produksi film terkenal, saya pernah nemuin SKL injection," ucapnya.

Ibra juga menceritakan, proses menemukan celah keamanan di situs NASA bukanlah hal yang mudah. Ia harus memeriksa ratusan tautan selama hampir sepekan sebelum akhirnya menemukan sejumlah temuan yang kemudian dilaporkan.

"(Prosesnya) Susah. Link-nya itu sampai 46 sampai 200-an. Terus ada lima temuan saya laporkan langsung ke NASA," ucapnya.

Sementara itu, menanggapi permintaan Ibrahim, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memberikan apresiasi kepada Ibrahim berupa laptop baru beserta perlengkapan sekolah.

"Karena ini berprestasi, kita kasih laptop. Mas Ibrahim ini butuh laptop. Kemudian tas juga," kata Sadimin.

Menurutnya, laptop yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan Ibrahim agar kemampuan dan prestasinya di bidang keamanan siber dapat terus berkembang.

"Laptopnya nanti sesuai kebutuhan. Yang jelas kita fasilitasi supaya anak ini berkembang. Anak kecil sudah dapat penghargaan dari NASA, tentu harus kita apresiasi," tegasnya.

Belajar Pakai PC Bekas

Sebelumnya, ayah Ibra, Aminuddin mengatakan, Ibra awalnya belajar dengan Ponsel, kemudian dai diberikan PC bekas sebelum akhirnya mendapatkan laptop.

"Jadi bertahap memang. Dari orang tua ya support-nya hanya pokoknya yang penting positif didukung," kata Aminuddin, Jumat (11/7) lalu.

Ibra belajar coding dan cybersecurity, secara mandiri atau autodidak. Pihaknya sebagai orang tua hanya memotivasi anak untuk semangat belajar dan tidak mudah menyerah.

"Belajar full autodidak kalau cybersecurity-nya. Kalau saya memang ada basic IT tapi nggak ke cybersecurity. Benar-benar awam kalau cybersecurity. Jadi dia benar-benar autodidak sama ada kakak-kakak yang mungkin ngirimi tutorial-tutorial suruh mempelajari," tambah dia.



(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads