Saat ini, kalender menunjukkan sudah dimulainya bulan Safar. Itu artinya, tak lama lagi momen Rebo Wekasan bakal tiba. Tanggal berapa tepatnya?
Dikutip dari artikel 'Rebo Wekasan: Eksplorasi Tradisi dan Nilai Budaya di Masyarakat Desa Jepang-Kudus' oleh Maya Widiyaningsih dan Yusuf Falaq, Rebo adalah kata Jawa untuk hari Rabu. Sementara itu, wekasan atau pungkasan maknanya adalah terakhir.
Apabila digabung, Rebo Wekasan adalah hari Rabu terakhir pada bulan Safar kalender Hijriah. Sebagian orang Jawa percaya, Rebo Wekasan adalah momentum turunnya berbagai musibah dan bala ke Bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, tidak mengherankan jika pelbagai amalan tolak bala dikerjakan. Memang, tahun ini, Rebo Wekasan jatuh tanggal berapa? Cari tahu jadwal dan amalannya lewat paparan berikut, yuk!
Jadwal Rebo Wekasan 2026
Seperti sudah disinggung sebelumnya, Rebo Wekasan bertepatan dengan Rabu terakhir bulan Safar. Apabila mengikuti tanggalan pemerintah, Rebo Wekasan tahun ini jatuh pada 12 Agustus 2026 mendatang.
Bagaimana dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah? NU memulai Safar pada tanggal yang sama dengan pemerintah, yakni 16 Juli 2026. Alhasil, Rebo Wekasan versi NU juga bertepatan dengan 12 Agustus 2026.
Muhammadiyah di sisi lain menetapkan 1 Safar 1448 H pada 15 Juli 2026 sebagaimana tertera dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Meski begitu, Rebo Wekasannya tetap tiba pada 12 Agustus 2026 mendatang.
Ringkasnya, Rebo Wekasan 2026 bertepatan dengan Rabu, 12 Agustus.
Benarkah Rebo Wekasan Penuh Musibah?
Menurut penjelasan Umma Farida dalam tulisannya, 'Rebo Wekasan Menurut Perspektif KH Abdul Hamid dalam Kanz Al-Najah Wa Al-Surur' yang terbit di Jurnal Theologia, sebagian orang Jawa menyandarkan ritual Rebo Wekasan kepada Kitab Kanz al-Najah wa al-Surur tulisan KH Abdul Hamid Kudus.
Dalam kitab tersebut, KH Abdul Hamid Kudus menjelaskan bahwa Allah SWT menurunkan ratusan ribu jenis musibah maupun kesialan pada Rabu terakhir bulan Safar. Keyakinan ini kemudian menyebar luas di Indonesia.
Di sisi lain, dikutip dari laman NU Jawa Tengah, asal-muasal kesialan Rebo Wekasan diungkapkan oleh Syaikh ad-Dairobi. Ahli tasawuf itu meyakini adanya 320 ribu bala yang diturunkan pada Rabu terakhir bulan Safar.
Pertanyaannya, apakah benar Rebo Wekasan diliputi kesialan yang sedemikian dahsyat?
Dirujuk dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah dengan tegas menepis anggapan Safar sebagai bulan sial. Dengan demikian, pandangan seputar Rebo Wekasan juga tertolak.
Sabdanya:
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَر
Artinya: "Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula tanda kesialan, tidak pula burung (tanda kesialan), dan juga tidak ada (kesialan) pada bulan Safar." (HR Bukhari)
Pun, ada ulama yang berpendapat bahwa meyakini suatu hari penuh sial justru bisa menjadi kenyataan. Dengan kata lain, umat Islam disarankan untuk tidak meyakini adanya kesialan yang dikaitkan dengan waktu atau tempat tertentu.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Amalan Tolak Bala Rebo Wekasan
Ada berbagai 'amalan' yang dikerjakan orang Jawa untuk menolak bala Rebo Wekasan. Salah satunya adalah mengerjakan sholat 4 rakaat dengan niat sholat sunnah Mutlak.
Pada tiap rakaat sholat tersebut, membaca surat al-Fatihah (1x), al-Kautsar (17x), al-Ikhlas (5x), al-Falaq (1x), dan an-Nas (1x). Selepas salam, dilanjut membaca doa khusus.
Dilansir NU Online, jika sholat sendirian, maka doanya:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوى، وَيَا شَدِيدَ الْمِحَالَ، يَاعزِيزُ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيع عَلَّقِكَ، اكْفِنِي مِنْ شَرِّ جَمِيع خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجملُ، يَا مُتفضِلُ، يَا مُنْعِمُ، يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لاَ إلهَ إِلَّا أَنْتَ، ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اَللّهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ، وَأَخِيْهِ، وَجَدِّهِ، وَأَبِيهِ، وَأُمِّهِ، وَبَنِيْهِ، اِكْفِنِي شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ، وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ، يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَصَلَّى الله عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Adapun bila bersama-sama, maka lafal doanya:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللّهُمَّ يَا شَدِيدَ القوى، وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالَ، يَا عَزِيزُ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ، اِكْفِنَا مِنْ شَرِّ جَمِيعِ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجَمِّلُ، يَا مُتَفَضِلُ، يَا مُنْعِمُ يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لا إِلهَ إِلَّا أَنتَ ارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اللهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ، وَأَخِيهِ، وَجَدِّهِ، وَأُمِّهِ، وَبَنِيْهِ، اِكْفِنَا شَرَّ هَذَا اليوم. وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ، يَا كَافِيَ الْمُهمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، فَسَيَكْفِيكَهُمُ الله وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلا بالله العلي العظيم، وَصَلَّى الله عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai jadwal Rebo Wekasan 2026 lengkap amalannya. Semoga menjawab, ya, detikers!
