- Mitos Bibir Berkedut Terus Menurut Primbon Jawa
- Fakta Medis Bibir Berkedut 1. Konsumsi Kafein yang Berlebihan 2. Konsumsi Obat Tertentu 3. Kekurangan Kalium 4. Kekurangan Kalsium 5. Stres dan Kelelahan 6. Kejang Fokal/Parsial 7. Hemifacial Spasm 8. Bell's Palsy 9. Neuropati Perifer
- Cara Mengatasi Kedutan di Bibir
Pernah mengalami kedutan pada tubuh? Biasanya kedutan muncul di mata, baik di kelopak maupun pelupuk mata. Selain mata, ternyata kedutan juga bisa muncul di bagian bibir.
Jika merujuk definisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maka kedutan bibir dapat didefinisikan sebagai keadaan bergetarnya urat-urat pada bibir. Kondisi ini pun sering dikaitkan dengan mitos tentang pertanda tertentu, baik baik maupun buruk. Namun, sebenarnya kondisi ini memiliki penjelasan secara medis, lho!
Lantas, bibir yang terus berkedut sebenarnya pertanda apa? Simak penjelasan tentang mitos dan faktanya di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mitos Bibir Berkedut Terus Menurut Primbon Jawa
Dalam buku Primbon Masa Kini oleh Romo RDS Ranoewidjojo, kedutan pada anggota tubuh dikaitkan dengan berbagai pertanda baik dan buruk, terutama jika muncul secara tiba-tiba. Pada bibir, kedutan bisa muncul di bagian atas, bawah, hingga tengah-tengah bibir dan memiliki makna masing-masing.
Berdasarkan buku itu, berikut adalah posisi kedutan pada bibir beserta maknanya.
- Bibir atas sebelah kanan: akan mendapat kemakmuran.
- Bibir bawah sebelah kanan: badan akan terasa enak.
- Bibir atas sebelah kiri: akan bergosip dengan keluarga.
- Bibir bawah sebelah kiri: akan mendapatkan pekerjaan yang baik.
- Tengah-tengah bibir atas: akan berkelahi
- Tengah-tengah bibir bawah: akan makan makanan yang enak.
Fakta Medis Bibir Berkedut
Dari sisi medis, bibir berkedut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari konsumsi zat atau obat tertentu hingga pertanda suatu penyakit. Kondisi ini tidak selalu berbahaya. Namun, bibir berkedut yang muncul terus-menerus perlu diwaspadai dan mungkin perlu bantuan medis.
Dirangkum dari laman Medical News Today dan Healthline, berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan bibir berkedut.
1. Konsumsi Kafein yang Berlebihan
Kafein merupakan zat yang biasa ditemukan di kopi, teh, serta minuman dan makanan lainnya. Zat ini merupakan stimulan yang bisa menyebabkan rasa gelisah, energi berlebih, hingga kedutan pada bibir jika dikonsumsi secara berlebihan.
Kedutan pada bibir salah satunya bisa muncul jika seseorang minum lebih dari 3 gelas kopi per hari. Selain kedutan, konsumsi kafein berlebih juga bisa menyebabkan insomnia, peningkatan volume urin, tremor, detak jantung yang terlalu cepat atau abnormal, hingga diare.
2. Konsumsi Obat Tertentu
Selain kafein, beberapa obat juga bisa menyebabkan kedutan pada otot dan bibir. Beberapa obat yang bisa memicu kedutan antara lain steroid, estrogen, antidepresan, antipsikotik, hingga antiemetik. Jika detikers mengalami kedutan pada bibir setelah mengonsumsi obat, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
3. Kekurangan Kalium
Kalium merupakan elektrolit yang bertugas untuk menghantarkan sinyal saraf pada tubuh. Kadar kalium pada tubuh yang terlalu rendah dapat berdampak pada otot hingga menimbulkan kedutan di hampir seluruh tubuh, termasuk bibir. Kondisi ini bisa diatasi dengan memperbanyak konsumsi makanan kaya kalium, seperti pisang, alpukat, hingga air kelapa.
4. Kekurangan Kalsium
Kadar kalsium yang rendah seperti yang dialami oleh penderita hipoparatiroidisme dapat menyebabkan kedutan pada wajah, termasuk bibir. Untuk mengatasi hal ini, maka diperlukan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, baik dari makanan maupun suplemen.
5. Stres dan Kelelahan
Stres dan kelelahan yang terjadi terus-menerus membuat tubuh berada dalam kondisi fight-or-flight. Hal ini dapat membuat otot pada wajah menjadi tegang hingga memicu kedutan pada bibir. Kondisi ini dapat diatasi dengan berbagai metode pereda stres, seperti meditasi, yoga, hingga tidur yang cukup.
6. Kejang Fokal/Parsial
Kejang fokal/parsial bisa menyebabkan kontraksi otot yang akhirnya membuat bibir berkedut. Kejang tersebut bisa disebabkan oleh berbagai penyakit atau masalah kesehatan, seperti epilepsi, tekanan darah tinggi, hipoglikemia, stroke, keracunan, cedera otak, hingga tumor otak.
7. Hemifacial Spasm
Hemifacial spasm merujuk pada kondisi medis berupa kejang atau kedutan di satu sisi wajah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh iritasi pada saraf pengontrol wajah hingga pembuluh darah atau tumor yang menekan saraf.
8. Bell's Palsy
Bell's palsy merupakan kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pada otot-otot wajah. Tiap penderita bisa mengalami gejala yang berbeda-beda, mulai dari kedutan bibir hingga kesulitan mengendalikan otot wajah.
9. Neuropati Perifer
Neuropati perifer merupakan penyakit yang disebabkan oleh kerusakan saraf yang signifikan. Kondisi ini membuat penderitanya mengalami kedutan, kejang, mati rasa, dan gejala lainnya. Penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, cedera, kecanduan alkohol, penyakit autoimun, hingga infeksi.
Cara Mengatasi Kedutan di Bibir
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bibir berkedut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kebiasaan makan dan minum yang buruk. Oleh karena itu, kondisi ini bisa diatasi dengan mengubah kebiasaan buruk dan memenuhi asupan gizi yang diperlukan tubuh.
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mengatasi bibir berkedut.
- Stop konsumsi kafein atau batasi konsumsi kafein hingga kurang dari 3 gelas per hari.
- Stop atau kurangi konsumsi minuman beralkohol.
- Konsumsi makanan kaya kalium, seperti pisang, brokoli, bayam, dan alpukat.
- Tekan bibir dengan jari dan kain hangat.
Jika kedutan bibir terus terjadi dan diikuti dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, segera periksakan diri ke dokter.
Demikian penjelasan tentang pertanda bibir berkedut terus menurut mitos dan fakta medis. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(num/dil)
